PROPOSAL PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) part 3


ANALISIS KEUANGAN

A. Analisis Biaya dan Pendapatan  (Skala Produksi 18000 log)

1. Modal tetap

modal tetap usaha jamur

2. Biaya Penyusutan

Nilai ekonomis lahan dan peralatan   : 2 tahun

Rp. 5.000.000                                           : 4                   =  Rp. 1.250.000

3. Modal kerja (Biaya operasional)

a. Bahan baku untuk 18000 log

biaya operasional usaha jamur

b. Gaji pegawai

Jumlah total per musim        = Rp.3.000.000,00

c. Utilitas

Microsoft Word - PROPOSAL USAHA.docx

4.    Total Modal       = Modal tetap +modal Kerja

= Rp. 5.000.000 + Rp. 18.395.000 + Rp. 3.000.000 + Rp. 250.000

= Rp. 26.645.000

5.    Pendapatan kotor

Produksi jamur (kegagalan 20%)      = 14.400 log x 0,5 kg  = 7.200 kg

7.200 kg @ 5000                                           = Rp. 36.000.000

6.    Biaya Produksi = Biaya penyusutan + modal kerja

= Rp. 1.250.000 + 18.395.000 + Rp. 3.000.000 + Rp. 250.000

= Rp. 22.895.000

7.    Pendapatan bersih (Net Profit)         =  pendapatan kotor – biaya produksi

=  Rp. 36.000.000 – Rp. 22.895.000

=  Rp. 13.105.000

B. Break Event Point

BEP Produksi                 = Total biaya produksi / harga satuan

= 22.895.000 / 5000

= 4579 kg

Artinya budidaya jamur tiram tidak mendapat untung dan juga tidak mengalami kerugian bila jumlah produksi sebesar 4579 kg

BEP Harga                      = Total biaya produksi / jumlah produksi

= 22.895.000 / 7200

= Rp. 3179,86

Artinya usaha ini tidak mendapatkan untung dan juga tidak mengalami kerugian bila harga jual Rp. 3179,86  per kilo

C. Benefit Cost Ratio

BC Ratio                          = Rp. 13.105.000 / Rp. 26.645.000

= 0,5

Artinya pendapatan bersih yang diperoleh dalam usaha pembibitan bibit jamur adalah 0,5 di atas total biaya.

D. Masa Pengembalian Modal

Masa pengembalian modal = Rp. 13.105.000 + Rp. 1.250.000      x 100%

Rp.26.645.000

= 53,88 %

E. Pembagian keuntungan

Pembagian keuntungan bersih direncanakan adalah sebagai berikut:

Kepentingan sosial                    :  5% (zakat 2,5% + kepentingan sosial 2,5%)

profit

Pengembangan usaha              :  25 % profit

Pengelola                                      :  20 % profit

Dividen investor                       :  50 % profit (20% profit share ; 30%  pengembalian modal)

PENUTUP

Demikian proposal pengembangan usaha jamur tiram ini penulis susun. Dari hasil analisis penulis mengenai peluang pemasaran, operasional, dan keuangan, penulis optimis bahwa budidaya jamur tiram ini layak dan berpotensi tinggi untuk dikembangkan.

author : Rial Aditya