Home » BUDIDAYA » Pembuatan Kultur Murni (Parental) Jamur Tiram dengan Teknik Kultur Jaringan Menggunakan Media PDA (Potatoes Dextrose Agar) bagian 1

Pembuatan Kultur Murni (Parental) Jamur Tiram dengan Teknik Kultur Jaringan Menggunakan Media PDA (Potatoes Dextrose Agar) bagian 1

VIDEO JAMUR

VIdeo Cd Budidaya jamur


Tahap 1. Pembuatan Medium PDA

medium PDA

Bahan bahan yang diperlukan

  • Kentang            : 250 gram
  • Dekstrosa         : 20 gram
  • Agar powder    : 20 gram
  • Air  akuades     : 1 liter
  • Kapas  secukupnya

Alat-alat

  • cawan petri/botol kecil
  • Autoclave atau panci presto
  • Kompor

Proses pembuatan

    1. Setelah dikupas, kentang selanjutnya di potong-potong  dengan ukuran ±1 cm3. kemudian di cuci bersih.
    2. Siapkan cawan petri atau bisa juga digunakan botol-botol kecil yang berbentuk seperti botol whiskey. Cuci botol tersebut hingga bersih. Akan lebih baik apabila botol tersebut disterilkan dengan cara merebusnya ke dalam air mendidih.
    3. Kentang yang telah dicuci selanjutnya direbus dengan air sebanyak 1 liter selama 15-20 menit.
    4. Setelah selesai, pisahkan kentang hasil rebusan tersebut. Kemudian saring airnya hingga bersih. Apabila volume air kentang tersebut berkurang tambahkan air lagi hingga menjadi 1  liter  larutan PDA.
    5. Larutan  PDA (1 liter) kemudian dipanaskan kembali  sambil menambahkan dektrosa dan agar-agar secara perlahan hingga terlarut sempurna.
    6. Setelah terlarut dengan baik, tuangkan larutan PDA tersebut ke dalam botol sebanyak 1/4 volume botol.
    7. tutup botol tersebut dengan menggunakan kapas.
    8. Botol yang telah diisi media PDA selanjutnya disterilisasi menggunakan autoclave atau panci presto selama 20- 30 menit.
    9. Setelah selesai, keluarkan botol tersebut dan letakkan dalam posisi miring. Tujuannya untuk memperluas area dari media PDA sehingga pertumbuhan miselium jamur akan lebih banyak. Usahakan kemiringan hingga media PDA mendekati leher botol tapi tidak sampai menyentuh kapas pada tutup botol. Sentuhan media PDA dengan kapas dapat menyebabkan kontaminasi.

Untuk meyakinkan apakah media PDA ini terkontaminasi atau tidak biarkan selama beberapa hari kemudian perhatikan apabila terdapat titik titik hitam maka besar kemungkinan media telah terkontaminasi. Sebaliknya, apabila media terlihat bersih maka media PDA siap untuk digunakan dan diinokulasi dengan bibit jamur tiram.

AdityaRial


53 Comments

  1. Apandi Ahmad says:

    Assalamualaikum w w. Terima kasih Mas atas infonya, smoga Mas Adit tambah sukses. Kenalkan saya Apandi mohon restu mau ngikut Mas buat bibit unggul jamur tiram. Alhamdulillah ditempat saya banyak petani jamur tiram, sementara pembuat bibit yang ada dah keteteran kebanyakan pesanan. Wassalamualaikum w w.

  2. Ma’af mas,mau nanya..untuk ukuran dari medium PDA turun ke F1 dan F1 keF2 begitu sterusnya mohon pnjelasan takaran/ ukuran jumlah yang harus di inokulasikan..trims

  3. luar biasa .. sukses terus mas :D

    mw coba usaha jamus setelah lulus smk ini,.

    makasih ilmunya semoga smakin berkah

  4. Idham says:

    Assala mu,alaikum mas Adit,saya mau nanya,kalo pembuatan PDA,kan terdiri dari beberapa bahan yg digunakan termasuk spora jamur itu sendiri,mohon petunjuk bagai mana caranya penggambilan spora dari jamur tiram tersebut,kira-kira alat yg digunakan apa ya mas,terus setelah spora berhasil kita ambil,kemudian kita campurkan kemana mas,terima kasih.

  5. yulietajio says:

    ma’af ya mas apakah dektrosa itu sama dengan gula pasir ?

  6. jadi klo pake gula pasir biasa bisa donk??

  7. sapuan says:

    mas saya masih bingung apa itu F1, F2
    tolong dijelaskan

  8. sapuan says:

    mas mau tanya,
    saya masih gak ngerti apa itu bibit F1, F2,
    tolong dijelaskan

  9. rengga says:

    Agar merek apa ya pak yang bagus untuk PDA

  10. rengga says:

    agar merek apa ya pak yang bagus untuk PDA tapi murah

  11. Enita Turnip says:

    permisi mas, sebelumnya maaf ya
    cuman mo nanya, masih ada gak gambar lain tentang pembuatan medium ini mas…??
    soalnya, saya butuh gambar yang lebih banyak lagi buat laporan praktikum saya..

    kalo ada, tolong ditujukin di blognya ya mas

    makasih banyak mas_

  12. joe says:

    permisi mas sayaa numpang tanya. . . .

    1.berapa biaya pembuatan autoklaf ukuran sedang???
    2.masa panen yang paling baik untuk jamur itu berapa hari setelah muncul benih.????
    3.kenapa jamur saya warnanya tidak bisa putih bersih warnanya agak kecoklatan/ abu2???

    terimakasih sebelumnya mas
    bravo

  13. Iyank says:

    Askum mas?saya mo tanya kalau spora jamur kuping letaknya d mana?di dalam kupingnya pa di bawah dkt subtrat?sblmnya saya ucapkan bnyk trmksh,p lg klu cpt k blz.

  14. Feri Putranto says:

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Mas Adit, saya udah lakukan step-2 yang ditulis di blog ini, saya udah lakukan pemindahan explan ke dalam PDA sampai hari ini usianya udah 8 hari, kok belum ada tanda-2 miseliumnya tumbuh malah ada lendir bewarna putih disekitar explan yang saya taruh di dalam PDA

    Padahal saya udah lakukann sterilisasi secara maksimal

    -Ruangan inokulasi (kamar saya) udah saya bersihkan secara maksimal, pake antiseptic saya pel tiga kali bolak-balik trus lantai ruangan saya semprot pake spiritus trus saya bakar agar steril

    -Saya presto selama 40 menit dengan kompor gas (api besar)

    -Waktu memindahkan explan ke PDA, burner spiritus saya nyalakan 2 buah + kompor gas portable saya nyalakan juga (kamar saya rasanya panas banget kayak ruang sauna…wkwkwkw)

    Pertanyaan saya

    Apakah ada lendir disekitar explan itu hal yang normal ?
    Berapa lamakah miselium akan tumbuh seperti kapas pada media PDA ?

    Mohon sarannya ya mas Adit …. maklum newbie

    Terimakasih atas ilmunya…semoga Allah SWT selalu menambahkan Ilmu-2NYA pada Mas Adit & Mas Adit selalu dalam Lindungan-NYA selalu di berikan Rahmat & Barokahnya & selalu diberikan nikmat sehat biar bisa bagi-2 Ilmu sama kita-2

    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    • rial aditya says:

      Wa`alaikumsalam Wr.Wb.,
      terimakasih Mas Feri untuk pertanyaan dan doanya.

      pertama saya ucapkan selamat karena sudah take action :-)

      1. Adanya lendir di media pertanda media PDA kena kontaminasi biasanya oleh bakteri
      yang harus diperhatikan, sebelum inokulasi explan baiknya media PDA yang dibuat disimpan dulu sekitar 2 hari untuk memastikan media terkontaminasi atau ngga. biasanya dalam 2 hari sudah bisa dibedakan antara media yang sehat (terlihat bening) dengan media yang terkena kontaminasi (nampak seperti lendir putih, atau bintik bintik hitam/hijau)

      note : tidak ada salahnya untuk sterilisasi dengan presto dianalisis juga, bisa jadi 40 menit kurang lama sehingga bakterinya masih hidup…mungkin bisa ditambah 45-60 menit. intinya cara terbaik untuk mengetahui sumber kegagalan ya mesti dianalisis satu persatu sesuai tahapan yang ada

      setelah yakin media PDA dalam kondisi yang baik baru bisa dilakukan inokulasi eksplan

      tahap selanjutnya selain memastikan ruangan, peralatan, ataupun cara kerja sudah steril, pastikan juga eksplannya bersih. caranya sederhana, jamur untuk kultur bisa disemprot atau direndam dengan alkohol setelah itu diangin-anginkan sebentar, baru bisa digunakan untuk eksplan.

      tahap yang tidak kalah penting usahakan penyimpanan di suhu yang hangat sekitar 28 derajat celsius

      2. Dalam 2-4 hari biasanya sudah mulai terlihat pertumbuhan miselium pada eksplan dan akan memenuhi tabung reaksi/ cawan petri dalam 1-3 minggu. kalau suhunya kurang optimal pertumbuhan biasanya lebih lambat.

      sementara itu yang bisa saya bantu.. semoga bermanfaat
      selamat menganalisis…selamat mencoba lagi…sampai sukses

      Wassalamualaikum Wr.Wb.

      Rial Aditya

  15. Muhammad Indra Hk says:

    Assalamu’alaikum, Alhamdulillah masih dikasih kemudahan dan kesempatan untuk bs ngakses ke blog mas Adit.
    Mas Adit saya mau tanya nih, mohon sekali pencerahannya, Amin :
    1). Untuk membuat larutan PDA, kentang yang digunakan sebaiknya kentang jenis apa? (kata istri di pasaran itu ada 2 yang kuning manis dan yang biasa/krng manis) saya menggunakan kentng biasa, saat direbus dengan air sebanyak 1 liter selama 15-20 s.d. 30 menit kok warna larutan dari rebusan kentang kok biasa-biasa aja. <—- alias ga terlalu kuning seperti terlihat dikebanyak gambar-gambar dari internet yang agak kekuning2an seperti wrna minyak goreng. akhiranya saya tambah waktu rebusan lebih lama sampai kentang benar-benar lunak tetpi warna ttp tdk terlalu signifikan berubah. sy berasumsi kalo warna tdk berubah sprt di gambar Air tdk mengandung bnyk subtrat/estrak kentang makanya saya LUMATkan kentang dan akhirnya sy dapat Air yang bercampur kentang agak lumat setelah itu baru sy saring dan sy yakin bahwa sy sdh dapat estrak dari kentang tsb… he2x <—-

    2).Dari teknik perebusan kentang seperti Proses Pembuatan larutan PDA yang mas Adit Publish, ciri-ciri hasil larutan rebusan kentang yang dianggap cukup/berhasil itu seperti apa? apakan cairan rebusan kentang trsbt msh dlm kondisi encer ttp seperti air namun berubah warna kekuning-kuningan….. atau dlm kondisi larutan agak mengental dan berubah warna??

    3). setelah proses penambahan air mineral sampai volum kembali 1 ltr. berapa lama waktu proses perebusan larutan ekstrak kentang selnjtnya yang ditambahkan agar2 dan dextrosa (gula)?? dan seperti apa ciri2 yang dianggap cukup untuk proses . krn sy sdh mencoba, larutan semakin untuk tercampur merata/sempurna larutan menjadi lebih mengental dan volum larutan sedikit banyak berkurang. tidak kembali 1 ltr.

    4). Setelah media PDA jadi dlm botol , maxsimal tahan berapa lama waktu media PDA dpt disimpan sebelum untuk dapat ditanam??. dan sebaikanya bagaimana? Krn sy sdh membuat 10an btl, 2 sdh sy tanam, sisanya sy simpan kira2 sdh 2 blnan krn syarat2 kondisi untuk inokulasi blm terpenuhi alias blum buat kotak/ruang inokulasi.

    wah sy ga mau kalah kayak mas Yusuf nih.. yang banyak ngasih pertanyaan sama mas Adit… he2x mohon diberi penjelasan ya mas Adit.

    trims atas penjelasannya.

    • rial aditya says:

      Wa`alaikumsalam Wr.Wb.,

      mohon maaf pak Indra komentarnya baru kebales sekarang…

      yang pertama formula PDA untuk 1 liter di atas sebetulnya bisa diperkecil. karena dari pengalaman pembuatan larutan PDA 1 liter biasanya terlalu banyak, bisa untuk ratusan tabung reaksi/cawan petri.
      contoh kalau untuk pembuatan beberapa tabung, cukup bikin larutan sekitar 1/4 liter. artinya kentang, agar, dan dekstrosanya tinggal dibagi 4.

      1. mengenai kentang tidak ada masalah jenisnya apa (yang penting pake kentang hihihi)
      warna larutan ekstrak kentang bukan ukuran, yang penting melalui perebusan, kandungannya sudah bisa dipastikan terlarut dengan air. Jadi ga perlu pake dilumatkan Pak hehe
      2. warna larutan hasil perebusan biasa tetap bening sedikit kekuning kuningan dan encer.
      3. Setelah penambahan air untuk mengganti yang menguap cukup dipanaskan sekitar 5 menit dengan api kecil yang penting dekstrosa dan agarnya terlarut.
      4. bisa disimpan di kulkas. selama tidak terkontaminasi, ga masalah disimpan lama juga

      oke itu dulu Pak

      terimakasih
      wassalam

      rial aditya

  16. gigin says:

    wah,,hatur nuhun pisan euy …teima kasih banyak mas… atas ilmunya…saya sampe kebingungan nyari dextrosa..!!! eghhh ternyata nama pasarnya sama aja dengan gula pasir ya mas….

  17. Fikri says:

    Assalamu’alaikum, Alhamdulillah……pd saat ini sy dpt membc artikel yg Mas Aditya postkan. Semoga Mas semakin sukses, selalu dikaruniai kesehatan, amin. Salam dr Batam, WSlm

  18. Dani hagono says:

    Ass. wr. wb. salam kenal mas, saya sedang mencari bibit jamur merang untuk dibudidayakan di Bengkulu, pertanyaannya:
    1. kalau F2 perbotolnya untuk berpa baglog ya kang?
    2. F1 buat berapa botol F2?
    3. Bibit jamur yang ada di akang bisa beli via pos?
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih. wasallam.

  19. Subhanallah.. Mas Adit nih royal banget sm ilmunya. Btw 1, kagum sy sm sampean, ga pelit ilmu n mau brbagi.. Ga kwatir orderan bibit sepi mas, krn bnyk yg bs buat bibit sndiri.. He2x.. Hebaat ooi!. Btw 2, bibit f1 & f2 tiram botol eks saus media jagung, kwalitas super, mis cepat rambat, tudung besar2 brp per btlnya mas?? Mohon info/knfrmasinya di 0852 695 92 472. Trims. Indra

    • rial aditya says:

      Alhamdulillah..itu dia saya juga bingung…anehnya pesenan bibit malah tambah banyak meskipun caranya sudah saya beri tahu ke banyak orang.
      Rizki Allah untuk makhluknya tidak akan pernah berkurang…Bukankah setiap makhluk sudah punya jatah rizkinya masing- masing…semakin banyak bersedekah semakin banyak rizki kita..itu yang saya rasakan…

      untuk bibit F1 tiram harga 25.000, F2 7500

  20. Armandoz says:

    Mas adit..mohon informasi,jamur tiram yang digunakan untuk kultur jaringan,dibersikan terlebih dahulu ataw tidak…,selain menggunakan media serbuk kayu,pakai media janjang sawit bisa ga ya mas.trimakasih mohon balasan.

    • rial aditya says:

      untuk kultur jaringan, jamur sebaiknya di semprot dengan alkohol terlebih dahulu. Untuk media, bisa menggunakan apapun yang penting ada kandungan seratnya (lignin dan selulosa) dan tidak bergetah (bersih)

  21. feli says:

    mas mau tanya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menumbuhkan miselium di media f0 sampai siap untuk dipindahkan ke media f1? trmkash untuk jawabannya Mas.

  22. willy says:

    trima kasih atas artikel artikel dn petunjuknya

  23. purwaningsih says:

    Aslm..mz,kmrn nyoba’ koq gagal ya mz?dah 5 hari pda tetep brwarna hijau (agar2 yg sy gunakan berwarna hijau) tanpa ada mislium tumbuh, jamur bibitnya warna merah/coklat spt kering…apakah agar2 swallownya harus warna bening ya mz? trus air yg 1 liter itu aku pakai aqua mineral…apa bda dngan aquades yg dimaksud sama mz adit? kalo masukkan pda ke dalam tbung reaksi(volum 25cc) apakah saat pda masih panas???? kira2 kegagalan saya dmn mz…masalahnya pda-nya tdk ganti hitam/coklat tp masih tetap hijau…tp kok g tumbuh miselium??? tolong ya mas….

    • rial aditya says:

      WS. baiknya gunakan agar agar yang plain (warna putih) bisa juga gunakan agar agar batangan.
      akuades yaitu air yang sudah di demineralisasi artinya tidak lagi memiliki kandungan mineral. istilah lainnya air suling. kalau air aqua ya ada kandungan mineralnya tapi relatif aman untuk kultur jadi tidak masalah menggunakan air aqua /air mineral.
      iya masukkan pda ke tabungnya dalam keadaan panas kemudian tutup dengan kapas dan alumunium foil setelah itu di sterilisasi (bisa gunakan panci presto).
      setelah itu keluarkan dan posisikan miring.
      untuk mempercepat pertumbuhan miselium bisa tambahkan ragi sekitar 10 gram untuk 1 liter larutan.

  24. purwaningsih says:

    wah hebat skali webx mz….q dah beli bahan2 x mo coba mz, tp bingung jg…q mo pake kompor elpiji biasa + dandang krna g pny presto….brp jam mz zterilisasinya yg plg bgs….?cpt blsnya ya….thx bget

    • rial aditya says:

      Oke gpp kalau belum ada prestonya bisa pake panci biasa. yang paling penting pemanfaatan uap panasnya untuk mematikan mikroba-mikroba pengkontaminasi. Sterilisasi dengan dandang cukup 30-60 menit.
      upayakan untuk melakukan setiap tahapan-tahapan kerja sesetril mungkin. semprot peralatan, botol,kapas,telapak tangan dll dengan menggunakan alkohol.

      selamat mencoba…

  25. Yusuf says:

    Alaikumsalam…

    Waduh, pencerahan dari mas adit bikin semangat saya sebesar miselium yang membesar dan maaaaakin membesar, sebelum post ini saya buat, sehari sebelumnya saya buat komposisi Untuk PDA dan perlatan yang cukup mendukung,oh ya masalah bokas(botol bekas), he..hee.. itu saya dapat dari tukang rongsok(kuli cari botol2 bekas ditempat sampah), kebetulan dia dapat dari tempat sampah diskotik, yaa karena cari botol yang paling gampang ditempat saya ya dengan tukang rongsok tsb.tp gpp.Yang penting lilahi ta’ala,nti itu koreksi saya u/ usaha yang sebenanrnya. yup skrg saya dah dapat alat-alat(pinjam samatetangga):
    1. Panci presto
    2. Sendok stainles khusus ambil bibit.
    3. Kotak kaca ukuran 1/2 x 1/2 m2, dilapisi kaca bagian depankaca dilubangi 2 untuk tangan kita masuk kedalam(bikin lampu UV dan Laminar flow rakitan dg lampu TL dan neon @15 watt).
    4. bahan2 media agar sama saja.
    Ada 6 Btl untuk PDA, 2 diantaranya tdp media agar yang dalam penuangnnya telat karena didinginkan dipanci,baru dimasukan kedalam botol(ada sumber lain gitua).Bibit 1 jamur tiram besar, dan jamur lengzhi kecil),status 1 botol berisi PDA dg lengzhi sudah mulai miselium kecil, botol yang lainnya belum kelihatan, tetapi 2 botol yang terdapat media PDA yang berbeda p[enuangnnya skarag tdp kontaminasi warna coklat. Pertanyaannya:
    1. Apakah akan selalu ada kondensasi(uap dalam botol) ketika PDA masih panas dituangkan dalam tbg reaksi/botol?
    2. Karena saya coba dinginkan terlbh dahulu PDA yang panas,memag tidak ada uap dalam botol tapi kontam?
    3. Untuk teman-teman diforum apakah ada yang berhasil tumbuh miselium walaupun dalam btl reaksi ada uap air?dan supaya tdk menguap/embun dalam btl apa ada solusinya?
    trim’s , itu aja dulu, maklum karena baru belajar!

    • Muhammad Indra Hk says:

      Asslm… Mas Yusuf , mohon dikirim ke email : inthr4_hkfikom2000@yahoo.com dunk foto2 kotak inokulaisnya biar sy bisa buat seperti rancangan mas Yusuf yang menggunakan kaca ukuran 1/2 x 1/2 m2, dilapisi kaca bagian depankaca dilubangi 2 untuk tangan kita masuk kedalam(bikin lampu UV dan Laminar flow rakitan dg lampu TL dan neon @15 watt)…. Trims

      dan buat mas Adit juga Upload foto2 ruang/kotak inokulasi bibit yang berbiaya murah+unkuran rancangan. trims lagi…

      • Yusuf says:

        Waalaikumsalam, Mas! untuk kotak laminar flow/kotak pebibitan, seperti yang disarankan/alternatif dari mas Adit, paling simple,murah, itu pakai dus besar(bisa bekas tv) dibentuk kotak seperti kamar.

        Kotak yang saya buat awalnya benar2 ide kreatif, tap karena kendala dibahan yang sulit dicari(UV) saya pakai lampu neon 20 watt + lampu pijar(bohlam)5 watt, ada alasan sendiri kenapa saya pakai itu. Yang pasti kalau sedikit kocek biaya,buat seperti kaca penjual KFC kaki lima, kalau itu list2nya pakai aluminium,disini pakai kayu aja,untuk bagian depan kaca dilubangi 2 kira2 ukuran 2inc pVC, asal muat kedua tangan aja(ditukang kaca bisa buat lubangnya).

    • Muhammad Indra Hk says:

      Mas Yusuf lampu TL bisa dibeli dimana, kisaran harga berapa dan fungsinya untuk apa? trims.

    • Muhammad Indra Hk says:

      Mas Yusuf lampu TL itu dpt dibeli dimana, kisaran harga berapa dan fungsinya untuk apa ya?
      trims.

  26. Azis says:

    mas aditya 1 botol f0 bisa di jadiin berapa botol f1? lalu jika kita hanya ingin buat 4 botol f0 apakah air rebusan potato dextrosenya harus ditambah lg jadi 1 liter?

    • rial aditya says:

      kalau menggunakan cawan petri bisa untuk 20-50 botol f1. ambilnya ga perlu banyak-banyak. sekitar 1/4 sendok teh sudah cukup.
      untuk komposisi media PDA bisa diperkecil. contoh kalau hanya untuk 4 botol bisa gunakan perbandingan
      kentang : dextrosa : agar : air = 50 gram : 4 gram : 4 gram : 250 ml.

  27. Yusuf says:

    Salam kenal,
    Butuh bantuan mas, 4 x membuat media agar gagal, bahan dasar sesuai racikan masm rincian nya:
    Alat-alat:
    - Bokasmir (Botol Bekas Minuman Keras/yang gepeng)
    - Pisau penjepit bahan stainless (untuk lektronika)
    - Alcohol 70%
    - Piring beling/kaca.
    Bibit jamur, minta dari budidaya jamur skla rumah tangga dan ari alam(kebetulan), semua alat2 diatas sudah sterilisasi dengan direbus di panci biasa lalu disemprot pakai alcohol. Kekurangan saya tidak memiliki tempat/alat untuk pembibitan seperti lab-lab di kampus pertanian, tetapi kamar tidur saya lumayan bersih dan rapih walaupun pembibitan dilakukan dibawah(diubin keramik). dan saya tidak memiliki Autoclaf/Panci Presto, hanya dengan kompor gas dan panci biasa, yang perkiraan suhu masaknya tidak diketahui cuma lamanya saja sampai 1/2 jam saja. Berulang-ulang gagal slalu berwarna hitam pada media PDA stelah 3 hari. APa yang salah ?cara bagaimana lagi serta usaha apa yang harus dilakukan tetapi saya tidak perlu membeli Autokalf/Presto. Mohon pencerahannya ?

    • rial aditya says:

      Aslm
      Salam kenal mas Yusuf

      Semakin sering gagal semakin banyak ilmu kita..tapi kunci utamanya adalah menganalisis kegagalan itu…caranya ya satu-satu di test…apakah dengan mengganti botolnya dengan botol lain, atau mengganti pancinya, dll.

      menurut saya kemungkinan gagalnya disebabkan penggunan botol bekas minuman keras..jadinya ngga diridhai Allah hehehe…just kidding mas Yusuf.

      perubahan warna media bisa disebabkan banyak hal apakah itu kontaminasi jamur/bakteri lain, pengaruh alat seperti panci (bagusnya menggunakan bahan kaca/gelas tahan panas), atau tempat yang kurang steril, atau juga proses pemanasan yang kurang sempurna.

      coba satu persatu dianalisis/diperbaiki.

      contoh untuk ruangan usahakan sebersih mungkin.caranya semprot sekitar ruangan inokulasi dengan alkohol.lebih baik lagi kalau kita punya ruangan inokulasi. yang paling murah bisa gunakan bekas akuarium yang dibalik menghadap ke depan atau lebih murah lagi gunakan kardus yang cukup besar sebagai ruang inokulasi bibit.

      pada saat inokulasi selalu siapkan api di sekitar (bisa pake lilin) untuk mensterilkan ruangan sekitar,juga gunakan alkohol untuk membersihkan alat-alat, bibit jamur dan juga telapak tangan.

      cuci bersih botol dengan air..setelah bersih masukkan botol ke dalam plastik tahan panas , ikat,kemudian sebaiknya tidak direbus tetapi di kukus karena uap panas lebih efektif membunuh kuman daripada dengan air panas. tidak perlu pake presto,cukup alat kukus biasa. Bisa juga pake magicjar buat bikin nasi.

      pada saat memasukkan media ke botol usahakan dilakukan dekat api.

      setelah botol diisi media,tutup botol dengan kapas bersih,kemudian tutup lagi dengan alumunium foil.
      InsyaAllah media PDA tidak akan kontaminasi dan siap diinokulasi dengan bibit jamur.

      selamat mencoba Mas Yusuf..

  28. tantan says:

    mas… saya baru belajar buat bibit… PDA dah sukses.. f1 sukses… campuran f1(serbuk gergaji+bekatul+jagung rebus+kapur ) dimasukin ke botol. n sterilsasi.. n tumbuh misselium bagus. saya inokulasikan ke log produksi… log produksi putih penuh misselium tp ga keluar buah jamur sudah ampir 3bulan.. kesalahan dimananya ya mas?? tks

  29. andy says:

    mas mo nanya alamat perusahaan penyedia bibit jamur tiram yang ada di Cimacan, kubang itu donk…, trimakasih sebelumnya.

  30. haryanto says:

    mas mmau tanya nich, kalo spora yang baik itu dari jamur induk sebelah atas atau sebelah bawah? saya sudah mencoba dari bagian atas jamur, dan agar-agar yang saya pakai adalah agar swallow, dan hasilnya dari 6 tabung yang saya bikin hanya jadi 2 tb yg bagus, yg lain terkontamin hitam-hitam, memang saya buatnya tidak higin tuh. dan yg 2 tabung hasilnya pun tidak maksimal hanya yg terkena PDA saja yang ditumbuhi miselium.

    • AdityaRial says:

      Mas haryanto sebetulnya dari tubuh buah bagian manapun bisa digunakan tapi baiknya yang digunakan adalah bagian dalam antara tangkai/batang dan payungnya. yang tidak kalah penting yaitu gunakan bibit jamur yang masih muda diameter maksimal 5 cm.
      kalau kontaminasi memang sangat tergantung pada perlakuan. jadi sterilisasi harus betul-betul diperhatikan.pemakaian masker, api bunsen, kemudian penyemprotan alkohol pada telapak tangan dan peralatan mutlak harus dilakukan untuk menghasilkan bibit yang baik. Kemudian sterilisasi medium PDA juga harus dilakukan. Bisa menggunakan autoclave atau panci presto.

      semoga bermanfaat

  31. anton says:

    setelah membuat PDA larutan itu menjadi agar tapi setelah beberapa hari
    terdapat bercak putih didalah agar tersebut.yang mau saya tanyakan apakah PDA tersebut dapat digunakan atau telah terkontaminasi

    • AdityaRial says:

      ada kemungkinan dari metode pembuatannya kurang sempurna atau kurang terlarut atau pada saat sterilisasi terkena uap air dari panci prestonya atau dari gelembung udara. tapi dari pengalaman biasanya masih bisa digunakan. kontaminasi biasanya berwarna gelap..jadi InsyaAllah medium yang mas Anton buat bisa digunakan untuk inokulasi bibit induk.

  32. anton says:

    hahaha jadi malu. trima kasih mas, tp masih ada yang perlu saya tanyakan lagi
    1.”Dalam pemindahanlarutan PDA kedalam botol saya mendapat kesulitan seperti belepotan saat memesukan larutan tersebut” apakah hal tersebut tidak akan berpengaruh?
    2. Setelah masa sterilasasi saya harus menyimpanya di tempat seperti apa? apakah didalam kulkas atau teduh biasa.
    3. pada bagian penutup botol apa perlu memekai penutup tambahan lagi seperti kertas/plastik dengan diikat?

    • AdityaRial says:

      1.Biar ga belepotan bagusnya pake corong duong. Kalo berpengaruh ke kontaminasi mungkin nggak, kan setelah dimasukkan ke botol terus disterilisasi lagi bukan?! bagusnya pake autoclave. Kalo nggak ada, bisa pake panci presto. kalo ga ada juga bisa pake oven or apapun yang bisa digunakan buat sterilisasi.

      2. Simpannya di tempat yang bergelap gelap ria. Jangan di kulkas, nanti ga tumbuh dong miselium jamurnya. kecuali kalo dah tumbuh semua n mau diawetkan baru disimpen di kulkas tapi jangan di freezernya nanti beku and rusak.

      3. tutupnya cukup pake kapas. bisa juga kapasnya dibungkus lagi pake kain kasa, atau pake kain baju juga boleh.lebih bagus lagi kalo bajuny baju baru hehehe….

  33. anton says:

    dengan bahasa pasarnya saya harus bilang apa?
    coz waktu saya bilang dektrosa di toko pupuk mereka tidak tahu.
    sesudahnya saya ucapkan trimakasih.

  34. anton says:

    dimana saya bisa mendapatkan dekstrosa

Tinggalkan pesan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: