Buku Jamur Terbaru


buku JAMUR.rial aditya.jamur bandung

Harga aslinya Rp. 85.000, di beberapa toko buku biasanya ada potongan harga hingga 20%.

Penyusun              : Tim Penulis Agriflo

Penulis Artikel    : Dr. Ir. E. Gumbira Sa’id,Madev ; Dr. Ir. Achmad, MS ;  Rial Aditya S.Si

Narasumber         : Rial Aditya  dan Setia Hadi Purwono

Pembaca Ahli      : Dr. Ir. Achmad. MS

cetakan 1 jakarta 2012

JAMUR
 

Ada jamur yang aman dikonsumsi, tetapi ada pula yang beracun. Bahkan, ada jamur yang memancarkan cahaya dari tubuhnya. Masih banyak fakta lain di balik ukurannya yang mungil.

Jamur sebagai bahan pangan dan herbal tak terbantahkan lagi. Inilah yang membuat jamur semakin banyak dikonsumsi masyarakat. Tidak mengherankan jika semakin banyak yang mengusahakannya. Tidak hanya bisnis budi daya, kulinernya pun terus berkembang. Ingin tahu jenis jamur yang sedang populer di masyarakat? Apa saja potensi bisnis dan info penting lainnya terkait dengan jamur?  Buku ini membahas segala hal mengenai jamur; terutama jamur tiram, merang, kuping, kancing, shiitake, dan ling zhi. Dilengkapi pula info kuliner dan fakta unik seputar dunia jamur. Bahkan, buku ini berbagi opini dari pakar dan kisah sukses praktisi jamur yang menginspirasi.

Agroindustri jamur semakin berkembang serta mampu menghasilkan berbagai produk olahan yang semakin digemari baik di pasar lokal maupun di pasar global.”Prof. Dr. Ir. E. Gumbira Sa’id, MADev, Guru Besar Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Senior Advisor Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis, SPS-IPB


Nggak gagal, nggak asik. Gagal dan sukses itu sudah sepaket”, kalimat itulah yang menjadi penyemangat usahanya untuk terus belajar di dunia jamur.”Rial Aditya, Anggota Ganesha Entrepreneur Club (GEC), Pemilik CV. Ganesha Mycosoft dan praktisi jamur di Cimahi, Jawa Barat.

Mengenali target pasar, tidak berputus asa, dan menjadikan kegagalan sebagai batu loncatan agar terus berusaha lagi merupakan kiat suksesnya untuk para petani pemula.
Setia Hadi Purnomo, petani jamur merang di Depok, Jawa Barat