MOTIF AKSI

Steve Jobs


Khoirunnas Anfauhum Linnas (Manusia terbaik adalah manusia yang memberi manfaat pada manusia lainnya) -Hadits-

steve-jobs-quote_ganesha-mycosoftBersamaan dengat wafatnya Steve Jobs pujian melintas dari siapapun yang mengenal sepak terjang salah satu pendiri Apple ini. Walaupun tidak kenal dengan wajahnya paling tidak sebagian besar masyarakat dunia kenal dengan karyanya, sehingga ketika Steve wafat maka kita pun merasa sangat kehilangan karena selama ini sesungguhnya dia dekat dengan kehidupan kita, teman membunuh bosan, teman berbisnis, teman bermain, teman bersilaturahmi, teman yang selalu ada di kantong untuk menemani keseharian banyak orang di dunia ini. Karena kedekatan itu maka Steve pantas menyandang gelar salah satu (khairunnas) manusia terbaik karena karyanya nyata memberikan manfaat untuk kita semua.

Steve dan Bill Gates adalah dua orang yang berkontribusi besar pada perubahan dunia, hampir seluruh aktivitas manusia modern menggunakan hasil karya mereka, Microsoft dan Apple seperti air. Memberi ‘kehidupan’ pada miliaran orang di dunia, menyelesaikan problem manusia mulai dari individu, keluarga, masyarakat, dan dunia. Saat ini nyaris tidak ada aktivitas apapun tanpa melibatkan kedua karya terbesar abad ini dari mereka berdua. Sehingga dalam terminologi Islam Steve meninggal, padahal dia hidup.

Steve memiliki ayah biologis seorang Muslim asal Syiria bernama Abdul fattah Jandali, Jandali adalah seorang aktivis pan-arabist intellectual movement yang berjuang dengan tujuan agar dunia arab dapat bersatu serta independen, pada masa itu ayahnya aktif dalam demonstrasi memperjuangkan kemerdekaan Al Jazair, sebelum pindah ke Amerika Jandali sempat tinggal di Beirut, karena satu alasan maka Steve diasuh oleh Paul dan Calara Jobs di San Fransisco.

Dedikasi Untuk Kemanusiaan..

Antara Steve dan Bill Gates memiliki visi yang sama, yaitu memudahkan aktivitas manusia. Ketertarikan mereka pada komputer memaksa untuk berhenti dari studi yang di ambil masing-masing karena alasannya universitas kala itu tidak memberikan fasilitas pada minat dan bakat Steve dan Bill Gates yang memang jauh mendahului masa nya. Steve memulai membangun apple pada bulan keenam ia merasakan masuk kuliah dan juga pada saat itu ia drop out. Bill Gates mulai membangun Microsoft juga beberapa saat setelah dia mulai merasakan bangku kuliah jika dilihat dari perjalanan hidup mereka sebagai tokoh perubahan dunia mirip dengan Mark Zuckerberg yang menemukan Facebook pada tahun 2010, memang setiap zaman memiliki anaknya, seperti pidato Steve pada tahun 2006 di depan Wisudawan Universitas Stanford, US. “Kini yang baru itu adalah kalian, namun suatu saat yang tidak begitu lama dari sekarang, kalian perlahan akan menjadi tua dan akan tergantikan. Maaf ini membuat jadi terkesan dramatis, namun kebenarannya demikian,”

Dalam sejarah terdapat banyak jenius seperti Steve yang tidak cocok berada di bangku pendidikan formal karena sekolah tidak cukup memberikan ruang bagi mereka berkarya. Bahkan beberapa sekolah membatasi aktivitas mereka karena ‘takut’ tertinggal mata pelajaran yang diujikan. Bagi mereka yang memilih untuk keluar dan mengembangkan kejeniusannya mampu melakukan perubahan pada hidupnya secara merdeka, tanpa harus bermimpi menjadi siapapun dan menjadi apapun selain menjadi diri mereka sendiri dan menjadi yang terbaik, “pencapaian terbaik dalam hidup” dan jangan menyia-nyiakan “waktu kita yang terbatas” dengan bergantung pada kehidupan orang lain.” Jadi sekolah/kampus yang memprogram manusia menjadi robot dan pekerja maka tidak cocok bagi mereka.

steve-jobs-think-different_ganesha-mycosoftSteve mampu menjadikan setiap produk apple mampu mengangkat derajat penggunanya, prinsip berpikirnya sederhana, daripada melakukan penghematan dengan efisiensi jumlah karyawan lebih baik berusaha menjadikan produk yang mampu membuat orang tidak ragu untuk merogoh kocek dari kantongnya seberapa besarpun itu. Sehingga apple selalu menjadikan setiap produknya sebagai master piece.

Steve sekarang sudah tiada dan menjadi sejarah pada kehidupan manusia, akan muncul steve lainnya yang akan mengisi perubahan pada kehidupan. yang jadi pertanyaan, siapkah kita memilih meneruskan cita-cita Steve untuk berkontribusi pada kemanusiaan di kesempatan hidup yang sekali ini. seperti pada kutipan pidatonya “Saya setiap hari bercermin dan bertanya kepada diri sendiri, ‘Bila hari ini adalah yang terakhir bagi hidupku, apakah aku ingin melakukan apa yang akan kulakukan hari ini?’ Dan bila hampir setiap hari menjawab ‘Tidak,’ berarti saya tahu saya harus mengubah sesuatu,”

Selamat Jalan Steve, Selamat datang Generasi Baru. Karena sudah menjadi hukum alam, kematian akan tergantikan oleh kelahiran-kelahiran baru.

source : Kompasiana.com

RumaJamuR – Ganesha Mycosoft

 

artikel pendukung

semua hal tentang Steve Jobs

Video Steve Jobs, kereen…

 

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s