BUDIDAYA JAMUR, FUNGI FACT AND NEWS

BISNIS JAMUR DARI HULU KE HILIR (Tabloid Peluang Usaha)


Pernah Rugi Puluhan Juta Saat Panen Perdana Jamur

Jeli melihat peluang pasar jamur yang masih sangat besar, mendorong Rial Aditya untuk merintis usaha budidaya jamur. Dan kini, bisnisnya semakin berkembang meski keadaan ekonomi tidak bersahabat. Tak hanya itu, ia juga mengembangkan usaha pembibitan jamur serta membuat berbagai produk olahan jamur. Seperti apa Rial Aditya menjalankan usaha dan bagaimana ia mengatasi berbagai permasalahan dalam usahanya? 

 

peluang-usaha-kuliner-olahan-jamur-gerobak-jamur-booth-jamur-rumajamur-franchise-makanan-jamur-waralaba-makanan-jamur
waralaba dan kemitraan kedai rumajamur

Sejak kuliah di Fakultas Biologi ITB Bandung, Rial Aditya sudah hobi melakukan survei terhadap berbagai jenis usaha UKM. Dari sana ia mulai tertarik mencoba membuat bisnis sendiri yang  cukup besar permintaannya di pasaran. Pilihannya jatuh pada usaha budidaya jamur tiram. Untuk membudidayakan jamur tiram tak perlu lahan luas dan tidak mengenal musim sehingga dapat menghasilkan terus menerus sepanjang tahun.

Karena tak cukup modal, Rial menawarkan ide bisnisnya tersebut kepada teman-teman kuliahnya. “Awalnya saya membujuk teman-teman untuk mau berinvestasi dalam bisnis ini dan meyakinkan mereka bahwa usaha ini prospektif. Tak disangka yang menjadi investor pertama malah dosen UI,” ungkap pria kelahiran Bandung, 11 April 1983 tersebut.

Tahun 2005 pria yang hobi jalan-jalan dan fotografi ini mengawali usaha budidaya jamur tiram dengan modal sebesar Rp. 30 juta. Di awal usaha, Rial sudah dihadapkan pada permasalahan, dengan hasil panen perdana jamur tak seperti harapannya. “Setelah 3 bulan menunggu masa panen, ternyata hanya dapat panen sebanyak 15 kg jamur, jauh dari target saya sebesar 4-5 ton. Benar-benar jauh di luar dugaan sampai saya terheran-heran mengapa hal ini bisa terjadi”, kenangnya. Rial memang banyak mendapatkan ujian saat itu, bahkan kegagalan demi kegagalan kerap terjadi berkali-kali, hingga menelan kerugian puluhan juta rupiah.

Rial pun memutuskan untuk berhenti sebentar menganalisis penyebab kegagalan usahanya, dan setelah dianalisis ia menarik kesimpulan bahwa salah satu penyebab kegagalannya adalah kualitas bibit yang kurang bagus. Dari kegagalan ini Rial justru menemukan peluang bisnis baru membuat usaha pembibitan sendiri untuk menghasilkan bibit jamur yang berkualitas. Apalagi ia melihat banyak petani yang justru sulit mendapatkan bibit jamur yang baik. Ditambah lagi kurangnya pasokan bibit untuk memenuhi kebutuhan budidaya jamur.
Usaha pembibitan juga membutuhkan waktu singkat dibandingkan budidaya jamur. Apalagi persaingan untuk usaha pembibitan jamur tiram masih belum seketat usaha budidaya jamur.

Rial pun mempersiapkan usahanya kembali di tahun 2007 bertepatan dengan kelulusan kuliahnya di Fakultas Biologi ITB Bandung. Dari bekal ilmunya semasa kuliah, Rial melakukan uji coba untuk menghasilkan bibit jamur yang bagus kualitasnya.
Jenis Bibit. Perusahaan jamur yang diberi nama CV. Ganesha Mycosoft ini pun mulai berkembang. Rial tidak

bibit-jamur-f0-kultur-murni-bibit-jamur-tiram-bibit-jamur-shiitake-bibit-jamur-kancing-bibit-jamur-kuping-produksi-rumajamur-ganesha-mycosoft
bibit murni berbagai jenis jamur

hanya menawarkan bibit jamur tiram, tetapi bibit jamur lainnya, seperti jamur kuping, merang, shitake, ling zhi, dan kancing. Harga yang dipatok untuk aneka bibit tersebut, yakni bibit murni (F0) Rp. 100 – 200 ribu/tabung reaksi atau cawan petri, bibit induk (F1) Rp 35 ribu/botol, bibit tebar (F2) Rp 7500/botol, dan baglog jamur siap panen (F3) Rp 2500/log.

Mahalnya harga F0, karena bibit ini bisa diturunkan menjadi beberapa kali anakan bibit . Selain itu, F0 juga memiliki ketahanan simpan yang lebih lama hingga 2-3 tahun, berbeda hal nya dengan bibit F1, F2, dan F3 yang memiliki masa kadaluarsa sekitar 2-3 bulan. Jamur yang paling mudah dibibitkan, adalah jenis tiram dan merang, dan yang cukup sulit yaitu jamur kuping.

Kelebihan. Agar kualitas bibit terjaga, Rial hanya memproduksi bibit sampai 3 turunan. “Sebab banyak sekali orang yang membuat bibit sampai beberapa kali turunan namun tetap dijual dengan nama F1-F3. Hal tersebut membuat kualitas bibit yang dihasilkan tidak bagus. Otomatis mempengaruhi hasil panenan  jamur,” ungkap Rial. CV. Ganesha Mycosoft juga memberikan kebebasan bagi pemesan bibit untuk menentukan media tanam yang diinginkan. Selain menawarkan kualitas bibit, Rial juga menawarkan ketepatan pengiriman dan melayani konsultasi pada konsumen.

Dalam sebulan CV Ganesha Mycosoft  menghasilkan sekitar 100 tabung reaksi bibit F0, 1500 botol F1 ukuran 500 gr, 2500 botol F2 ukuran 400 gr, dan 20.000 baglog F3 dengan berat 1,5 kg. bibit tersebut ada yang digunakan untuk kebutuhan budidaya jamur oleh Rial, dan ada yang dijual. Dari panen budidaya jamur sebanyak 20 ribu baglog bisa dihasilkan 8-10 ton selama 1 periode (3 bulan) dengan harga jual di Bandung berkisar Rp. 8.000-10.000/kg.

katsu-jamur-menu-makanan-unik-dari-jamur-produksi-rumajamur
katsu jamur

Dari pengalamannya menjual hasil panen jamur, jumlah permintaan justru anjlok ketika hari raya. Sebab orang-orang lebih cenderung mengonsumsi daging dan menu Lebaran. Agar hasil panen tetap bisa dijual dan tidak cepat busuk, Rial juga membuat usaha olahan jamur berupa Siomay Jamur, pempek jamur, Keripik jamur, Nugget jamur, bakpau jamur, sosis jamur, katsu jamur dll dengan 2 merk dagang yaitu RumaJamuR dan Moyster.  Adapun harga yang dipatok  antara lain Keripik Jamur berat 60 gr Rp 18.000, Katsu jamur Rp 10.000/porsi, Nugget Jamur Rp 1500/pcs dan siomay jamur Rp 3.000/pcs. Yang paling banyak diminati konsumen hingga saat ini adalah Keripik, Siomay dan Nugget.

Rial dan timnya juga mengembangkan usaha kuliner tidak hanya dengan memproduksi produk-produk jamur
dalam kemasan, tetapi juga dengan model kedai-kedai jamur. Dengan menu kuliner jamur yang unik, rial menjual berbagai menu olahan jamur dengan harga yang terjangkau. Khusus untuk kedai jamur ini, rial membuka kesempatan investasi bagi siapapun yang berminat untuk membuka usaha. model kerjasamanya bisa berupa franchise makanan jamur, bisa juga dengan model investasi bagi hasil.

peluang-usaha-franchise-dan-kemitraan-kedai-jamur-rumajamur-bandung

Pemasaran. Awalnya Rial hanya menawarkan bibit jamur kepada petani-petani jamur dan rekan-rekannya pecinta bisnis pertanian. Kualitas bibit jamur yang bagus membuat konsumen puas dan menginformasikan produknya kepada orang lain. Pasca membuat website, konsumen semakin banyak memintanya untuk mengadakan pelatihan, dan saat ini dalam 1 bulan ia mengadakan 3-4 kali pelatihan. Peserta pelatihan tidak hanya berasal dari masyarakat umum yang ingin belajar budidaya dan pembibitan, tetapi juga dari kalangan intelek (professor dan dosen-dosen universitas). Hingga saat ini sudah ada sekitar 3000 orang yang datang dan berlatih pada Rial dari seluruh pelosok Indonesia. Rial mengadakan pelatihan kelas regular (waktu telah ditentukan) dengan biaya Rp.850 ribu selama 2 hari, sedangkan untuk kelas privat (waktu menyesuaikan peserta) 1 juta rupiah. Peserta akan mendapat modul, DVD, makan siang, sertifikat CV Ganesha Mycosoft, bibit F2 5 botol dan transportasi ke lapangan. Dari hasil pelatihan tersebut, otomatis membuat jalur pemasaran bibit jamur dan olahan jamur semakin terbuka. Sehingga Rial menawarkan peluang pasar Reseller produk olahan jamur miliknya.

Pemesanan bisa dilakukan lewat telepon, dan jika ada stok bibit akan langsung dikirim. Tetapi jika tidak, perlu menunggu sekitar dua minggu. Untuk olahan jamur jika tidak ada stok perlu menunggu seminggu. Dalam pembayaran tidak diberlakukan system DP, namun cash 100% di muka. Dari separuh produksi yang dijual, diperkirakan total omset yang diperoleh hampir Rp 50 – 100 juta dengan keuntungan di atas 20-50%.

Tips Bertahan. Menurut Rial untuk membuat usahanya bisa bertahan dan berkembang, ada beberapa tips yaitu Fokus, dengan tidak mudah menyerah karena berkaitan dengan mental sebagai pengusaha. Kedua, Cinta terhadap bisnis yang dijalankan. Ketiga, memiliki Visi dalam bisnis. Rial ingin agar petani hidup sejahtera dan memiliki kebanggaan menjadi petani. Keempat, selalu melakukan evaluasi dan analisis kegagalan untuk membuat perbaikan-perbaikan.

peluang-usaha-jual-bibit-jamur-dan-bubidaya-jamur-rumajamur-rial-adityaInfo lebih lanjut dapat menghubungi :
CV. Ganesha Mycosoft
Jln. Sentral 43 Cibabat Cimahi Jawa Barat
Telp.  08122199811
sumber : Tabloid Peluang Usaha edisi 02.Th VII.2011
(EDISI KHUSUS – Pengusaha pengusaha yang Tetap Survive di Saat Sulit)

1 thought on “BISNIS JAMUR DARI HULU KE HILIR (Tabloid Peluang Usaha)”

  1. Salam kenal…Perkenalkan saya, Dwi, 29th, Ibu rumah tangga. saat ini saya sedang memulai usaha jamur merang di Cirebon, ada 2 rumah/kumbung, panen pertama rumah ke1 belum sesuai dengan harapan, panen pertama kumbung ke 2 pun belum bagus, namun total sudah diatas panen kmbung pertama.. Saya mohon bimbingan dan motivasi untuk tetap bisa survive dan berkembang dan bisa panen sesuai dengan yang diharapkan.

    salam

    Dwi

    Like

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s