jamur tiram, PANDUAN UNTUK PEMULA

Pengantar Budidaya Jamur Tiram (part 2)


TAHAPAN BUDIDAYA

Tahapan budidaya jamur tiram berupa persiapan media (substrat), pencampuran media, pengantongan (logging), sterilisasi, inokulasi bibit, inkubasi, pemeliharaan tubuh buah, dan panen.

Bagi pemula atau pengusaha skala kecil ada baiknya untuk sementara waktu bibit ataupun media tanam dapat membeli dari pembibit ataupun dari perusahaan yang telah memiliki skala usaha yang besar.

Persiapan Media (Substrat)

Formula media tanam untuk jamur tiram adalah sbb :
• Serbuk gergajian kayu = 100 kg
• Dedak = 10-15 kg
• Kapur = 2-3 kg
• Tepung jagung (tambahan) = 0,5 kg
• pupuk ZA (tambahan) = 0,25 kg
• Kadar air = 60-65% (ketika dikepal terasa lembab tapi tidak menetes)

(formula ini bisa digunakan juga untuk jenis jamur kayu lainnya seperti jamur kuping dan lingzhi, untuk jamur shiitake gunakan serbuk gergajian kayu keras seperti jati)
Pencampuran Media

Bahan-bahan media yang telah disiapkan diaduk sehomogen mungkin agar pertumbuhan miselium dapat merata ke seluruh media. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara mekanis ataupun manual. Apabila dilakukan secara manual upayakan pengadukan lebih lama sehingga diperoleh pencampuran yang merata terutama untuk bahan bahan yang konsentrasinya rendah. Media yang telah tercampur dengan baik biasanya menggumpal pada saat dikepal.

Setelah proses pencampuran selesai lakukan pengomposan (fermentasi) selama 1-3 hari. Proses pengomposan dapat membantu mengurangi kontaminasi oleh mikroba liar dan juga membantu penguraian beberapa senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh jamur tiram. Lakukan pengadukan setiap hari agar proses pengomposan merata.

Pengantongan (logging)

logging-pengemasan-media-jamur-baglog-budidaya-jamur-rumajamurPengantongan atau pembuatan baglog dilakukan dengan memasukkan media yang telah dikompos ke dalam plastik tahan panas (polypropylene). Upayakan pengisian tidak terlalu longgar dan juga tidak terlalu padat. Setelah diisi media pada bagian atas lalu diberi ring bambu/pipa dan di tutup dengan kapas sebagai tempat memasukkan bibit atau tempat keluarnya jamur. setelah itu diikat dengan karet.

Sterilisasi

Baglog yang telah siap selanjutnya disterilisasi melalui proses pasteurisasi dengan cara dikukus. Pasteurisasi yaitu proses pemanasan dengan suhu tidak lebih dari 100˚C dengan waktu tidak kurang dari 5 jam. Pada umumnya para produsen melakukan pemanasan selama 8-12 jam. Selain pasteurisasi, bisa juga menggunakan teknik sterilisasi dengan menggunakan autoclave atau kukusan tekanan tinggi. dengan menggunakan autoclave, proses pemanasan bisa dilakukan dengan waktu lebih singkat antara stengah sampai 2 jam. Setelah selesai baglog didinginkan selama setengah sampai satu hari.

Inokulasi bibit

Inokulasi merupakan proses penanaman bibit ke dalam media tanam. Proses inokulasi dilakukan secara aseptis /steril. Usahakan ruangan sebersih mungkin. Bila memungkinkan peralatan maupun ruangan disemprot alkohol terlebih dahulu. Selama proses ini usahakan menutup mulut dengan masker atau minimal tidak berbicara berlebihan untuk menghindari kontaminasi yang berasal dari mulut.

Inokulasi dilakukan dengan memasukkan bibit (F2) sebanyak 1-3 sendok makan ke dalam lubang yang telah diberi cincin bambu / pipa atau bisa juga dengan menebarkannya di atas permukaan media hingga merata kemudian menutup kembali lubang ring bambu dengan kapas.

Inkubasi

inkubasi-baglog-jamur-pemutihan-miselium-rumajamurInkubasi merupakan masa pertumbuhan miselium hingga memenuhi media secara merata. Suhu yang dibutuhkan pada proses ini yaitu antara 22˚C – 28˚C. upayakan suhu di ruangan inkubasi dijaga agar tetap stabil untuk menghasilkan pertumbuhan yang optimal. Masa inkubasi akan berlangsung selama kurang lebih 40 hari.

Pemeliharaan tubuh buah

Tahap ini merupakan masa setelah inkubasi hingga panen. Pada masa pemeliharaan penutup baglog dibuka hingga seperempat bagian log. Tahapan ini memerlukan suhu yang lebih rendah dibandingkan pada saat pertumbuhan miselium (tahap inkubasi) dan juga kelembapan yang optimal/berlimpah. Suhu yang diperlukan sekitar 20˚C -26˚C dengan kelembapan 80% – 90%. Pengaturan kelembapan dapat dilakukan dengan penyiraman sebanyak 2-3 kali setiap hari terutama ketika kelembapan di luar rendah biasanya pada saat siang hari. Selain kelembapan, kadar oksigen juga perlu diatur dengan membuka ventilasi ketika kelembapan di luar tinggi. Kelembapan perlu dikurangi hingga 70% – 80% apabila tubuh buah telah mencapai ukuran dewasa. Hal ini dilakukan agar tekstur tubuh buah tidak lembek yang bisa menyebabkan tidak tahan lama /cepat busuk.

Panen

rial-aditya-panen-jamur-tiram-hiratake-rumajamur-vertSetelah 7-10 hari penutup dibuka, tubuh buah biasanya sudah mulai tumbuh. Selang 3-4 hari setelah tunas tubuh buah tumbuh, jamur telah siap dipanen. Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati dengan cara mencabut seluruh rumpun tubuh buah jamur yang ada beserta akarnya. Akar yang tertinggal bisa menyebabkan pertumbuhan tubuh buah selanjutnya terganggu karena terjadi pembusukan media. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat jamur masih dalam kondisi segar.

Panen kedua biasanya berlangsung dalam rentang waktu 1-2 minggu setelah panen pertama. Usia produktif berlangsung kurang lebih 3 bulan. Setelah dilakukan pemanenan, log dipelihara seperti awal penanaman yaitu dengan melakukan penyiraman, pengaturan suhu, kelembapan serta aerasi.

 

9 thoughts on “Pengantar Budidaya Jamur Tiram (part 2)”

  1. ass wr wb mas saya mau tanya kl baglong atasnya tidak dikasih ring bambu tp langsung diikat dg karet apakah ber pengaruh sama baglognya? tong ya mas adit saya butuh penjelasanya, makasih.

    Like

  2. “ass wr wb,mas adit saya masih belum paham soal pengomposan media(serbuk gergaji)…pengomposan serbuk kayu+nutrisi sampai 3-5 hari…atau serbuk kayu +kapur sampai 3-6 minggu baru +nutrisi>>masuk baglog…terus terang saya udah mempratekan ilmu yg mas adit ajarkan dan 100% berhasil tinggal pembuatan baglog aja..tolong kasih comentnya ?inform ke email saya….semoga Tuhan Yang Maha Pemurah selalu melapangkan rezeki mas adit salam dari Jambi…

    Like

    1. Waalaikumsalam Wr.wb.,
      Pak sukamto. untuk pengomposan bisa dilakukan dengan 2 cara. 1. serbuk kayu+kapur+air dikomposkan selama 2-5 hari, baru setelah itu dicampur dedak lalu dimasukkan baglog dan dikukus. atau cara 2 semua bahan diaduk langsung serbuk kayu+kapur+dedak+air, dikomposkan selama 2-5 hari,baru dimasukan baglog dan dikukus.

      Like

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s