jamur kancing, jamur kuping, jamur lingzhi, jamur merang, jamur shiitake, jamur tiram

menanam jamur dengan media limbah kulit dan bonggol jagung


photo by lucky luke
photo by lucky luke

Bagi saya, menumbuhkan jamur merupakan proses yang menyenangkan dan menakjubkan. Kita bisa berkreasi di rumah bersama keluarga, mengajarkan anak anak banyak hal mulai dari pentingnya kerjasama, peduli lingkungan dengan cara memanfaatkan sampah dan limbah dapur, mengajarkan kesabaran melalui proses menanam dan memelihara jamur agar bisa dipanen dengan baik, hingga mengajarkan anak anak untuk melek “bisnis” melalui tahap tahapnya yang mengasyikan dan menantang.

Tentu bertanam jamur juga bisa menjadi pilihan bagi sahabat-sahabat  yang sedang mencari alternatif bisnis untuk dikembangkan seperti yang sudah saya jalankan selama 11 tahun ini. Dengan model dan jangkauan bisnisnya yang luas mulai dari hulu hingga hilir, dari bisnis bibit, budidaya, hingga kuliner jamur, usaha ini menawarkan banyak pilihan model bisnis untuk dikembangkan karena proses kreasinya yang tanpa henti.

Sebagai seorang petani dan praktisi jamur , memiliki jiwa yang senang berkreasi dan berinovasi tentu sebuah keniscayaan. Inspirasi untuk berkreasi dan berinovasi pun bisa datang dengan beragam cara bahkan seringkali datang dari hal-hal sederhana contohnya saja dari kebiasaan kita menyantap jagung. Tentu banyak dari kita yang menyukai jagung manis rebus.  Sambil berkumpul dengan keluarga atau kawan kawan di sore atau malam hari, jagung manis rebus yang masih hangat dan segelas teh panas memang menjadi pilihan yang sangat cerdas untuk menghangatkan suasana dan keakraban keluarga.

Namun siapa sangka, kulit dan bonggolnya yang bagi kita hanya sampah yang harus dibuang merupakan biomassa bernilai yang bisa dimanfaatkan sebagai media tanam jamur seperti yang akan saya tunjukkan pada artikel ini. Dengan teknik sederhana kita dapat memanfaatkan bahan bahan sampah dan limbah di rumah untuk menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat.

Menanam Jamur dengan Media Limbah Kulit dan Bonggol Jagung

Bagi sahabat sahabat yang ingin mencoba, berikut bahan bahan yang perlu disiapkan

  1. Panci
  2. Cacahan bonggol dan kulit jagung
  3. Wadah plastik mika atau toples
  4. Bibit jamur

Tahap 1. Cacah-cacah kecil kulit dan bonggol jagung

bonggol dan kulit jagung untuk media tanam jamur

bonggol dan kulit jagung untuk media tanam jamur 2

Tahap 2. Rebus cacahan tadi selama kurang lebih 30-45 menit

tahapan ini sangat penting dilakukan untuk mensterilkan media dari beragam bakteri dan spora jamur liar yang bisa menyebabkan media terkontaminasi.

rebus bonggol dan kulit jagung untuk media tanam jamur. rumajamur

Tahap 3. Siapkan Wadah mika atau toples bersih yang sudah dialasi kertas untuk menyerap kadar air media yang berlebih

Setelah tahap perebusan selesai, segera tiriskan media. akan lebih baik jika media kulit dan bonggol jagung yang telah direbus tadi diperas dengan menggunakan kain bersih biasa atau kain saringan nasi agar kadar airnya berkurang. diperlukan media yang lembab (bukan basah) agar pertumbuhan miselium jamur berlangsung cepat dan merata.

Setelah media dalam keadaan lembab, segera pindahkan ke wadah mika atau toples. Pada praktik kali ini saya memanfaatkan wadah mika besar bekas produk lain yang sudah saya cuci terlebih dahulu. Prinsipnya sebisa mungkin memanfaatkan wadah wadah bekas dan media limbah.

plastik mika untuk wadah media jamur

Tahap 4. Penebaran bibit pada bagian tengah dan permukaan media (bagi pemula disarankan untuk menggunakan bibit jamur tiram terlebih dahulu)

ada dua alternatif bibit jamur yang bisa digunakan, yang pertama, menggunakan bibit jamur tebar  yang bisa sahabat-sahabat beli dari produsen jamur. tentu tidak harus membeli dari saya karena banyak juga produsen bibit yang bisa sahabat sahabat temui di online market, bebas pilih.

yang kedua adalah dengan menggunakan cacahan cacahan jamur segar. Jamur memiliki kemampuan yang dinamakan Totipotensi dimana setiap bagian tubuh buahnya baik batang, tudung ataupun bonggol jamur bisa berkembang menjadi individu baru. Jika sahabat sahabat mencacah kecil-kecil jamur segar dan menaburkannya ke media serat seperti kayu, serbuk gergajian, jerami, daun daunan, kulit jagung, maka potongan jamur tersebut akan tumbuh dalam bentuk miselium seperti akar tanaman dan pada akhirnya akan tumbuh kembali membentuk tubuh buah jamur yang baru.

media tumbuh jamur by rumajamur

Setelah bibit jamur ditebarkan dan diratakan , tutup wadah serapat mungkin menggunakan selotip. upayakan untuk membuat beberapa lubang kecil pada bagian samping dan atas dengan menggunakan jarum atau paku kecil untuk memberikan sedikit suplay oksigen. Selanjutnya simpan wadah ditempat yang bersih, hangat dan sedikit cahaya.

Tahap 5. Inkubasi dan Pertumbuhan tubuh buah jamur

sama seperti membuat tempe, setelah ragi dicampurkan, maka perlu dibiarkan beberapa hari agar ragi menyebar dan mengikat kedelai hingga menjadi tempe. proses penyimpanan ini dinamakan inkubasi. Demikian juga pada pembuatan jamur. Media perlu disimpan beberapa lama (biasanya 2 sampai 4 minggu) agar bibit jamur menyebar dalam bentuk miselium. Proses inkubasi ini memerlukan suhu ruang atau sedikit lebih hangat, sangat efektif di suhu 28-32 derajat celcius.

setelah beberapa minggu biasanya mulai terlihat bakal calon jamur (pinhead). pada tahap ini, penutup wadah sudah bisa dibuka.

jamur tiram abu. grey oyster mushroom by rumajamur bandung

jamur tiram abu. grey oyster mushroom by RumaJamuR

jamur tiram abu. grey oyster mushroom by rumajamur bandung 2

Tahap 6. Pemeliharaan Media dan Tubuh Buah Jamur

Pemeliharaan media merupakan bagian yang sangat penting dan menentukan baik buruknya pertumbuhan jamur serta masa produktif media. Prinsip pemeliharaan hanya dengan 2S. Simpan dan Semprot. Simpan media di tempat yang bersih dan lembab. Semprot dengan air bersih menggunakan Sprayer. lakukan penyemprotan air sesuai kebutuhan. Bisa sehari 2 kali atau bisa juga 1 minggu sekali.  intinya media harus terjaga kelembabannya tapi juga tidak boleh sampai basah karena media yang basah akan cenderung membuat media menjadi busuk dan menyebabkan miselium tidak bisa tumbuh.

Salah satu kelebihan media kulit dan bonggol jagung dibandingkan serbuk gergajian kayu yang umum digunakan dalam pertanian jamur yaitu kemampuan untuk mengikat air dengan baik sehingga media tetap lembab dan tidak mudah mengeras sehingga masa produktifnya lebih lama.

jamur tiram abu. grey oyster mushroom by RumaJamuR 3

jamur tiram abu. grey oyster mushroom by RumaJamuR 5

Sahabat sahabat, ada banyak sekali media limbah yang bisa digunakan untuk menumbuhkan jamur. hal ini sangat bergantung pada kreatifitas kita dan tentunya potensi limbah yang tersedia di sekitar kita. Jamur merupakan organisme luar biasa yang bahkan bisa menyelamatkan dunia ini dengan kemampuannya mengurai limbah, mendegradasi polutan tanah, dan memperbaiki ekosistem.

Selamat bersenang senang dan berkreasi dengan jamur

Grow Your Own Mushroom

Rial Aditya and RumaJamur Team

Bagi Sahabat sahabat yang ingin belajar lebih detail cara cara menumbuhkan jamur bisa mengikuti workshop dan pelatihan  kami

DISINI  dan DISINI

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s