PANDUAN UNTUK PEMULA

prospek bisnis budidaya jamur : amati peluangnya dengan seksama (artikel bersambung bagian 1)


panen-jamur-hiratake-jamur-tiram-biru-produksi-rumajamur-ganesha-mycosoft-bandung
panen jamur hiratake

Banyak dari rekan-rekan saya sesama petani pengusaha jamur yang menyampaikan kabar gembira atas keberhasilannya memulai dan memajukan usaha jamur di daerahnya masing-masing. Bahkan beberapa di antaranya sudah bisa memberikan pelatihan pada masyarakat sekitar. Sebuah kabar yang sangat menggembirakan karena bagaimana pun sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang diamalkan dan disebarluaskan dengan bijak.

Namun jangan salah, tidak sedikit juga rekan-rekan yang bercerita tentang kisah kegagalan mereka dalam mengembangkan usaha jamur ini. Di antara mereka ada yang sudah bertahun-tahun menekuni, ada pula yang baru seumur jagung. Beberapa di antaranya mengatakan usaha ini tidak layak secara bisnis. Alasannya cukup banyak, mulai dari permasalahan bibit, kontaminasi hama dan penyakit, kondisi lingkungan yang tidak mendukung, hingga permasalahan pasar.

Oh… ternyata ribet ya usaha ini! Wah resikonya tinggi dong! Duh saya pikir-pikir lagi deh untuk terjun di bisnis ini! Begitu mungkin kira-kira tanggapan dari beberapa pembaca artikel ini. Bagaimana dengan Anda? Semakin takut mencoba atau malah sebaliknya? Saya tidak bermaksud menakut-nakuti Anda dengan cerita di atas. Hanya sekedar  memberikan keseimbangan persepsi saja. Sering kali rekan-rekan yang baru memulai usaha ini memiliki ekspektasi terlalu tinggi dikarenakan pemberitaan yang begitu ‘lezat’ didengar hingga lupa mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi, tepatnya kemungkinan buruk.  Yang sudah lama terjun pun terkadang merasa berpuas diri dan akhirnya berujung pada  berhentinya pembelajaran. Itu saya kira yang berbahaya. Dan itu pula sebenarnya yang menyebabkan bisnis ini dianggap beresiko tinggi. Kenyataannya sederhana, resiko hanya bisa diatasi oleh PEMAHAMAN.

Tentu kita tahu, dalam usaha ini kita bekerja sama dengan makhluk hidup bernama jamur. Bukan mesin, bukan benda mati, tetapi makhluk hidup. Saat kita berharap banyak terhadap makhluk hidup ini maka tentu saja ada timbal balik yang harus diberikan agar jamur ini bisa tumbuh dengan baik. Kita perlu memberinya makanan yang bergizi, tempat yang nyaman dan sehat, serta lingkungan hidup yang mendukung. Jika sudah demikian, apalagi yang kita harapkan selain panen yang melimpah. Jadi tak perlu teori yang jelimet untuk menjawab semua pernyataan dan pertanyaan di atas, cukup kenali dan sayangi, itulah pemahaman sebenarnya.

Artikel ini saya beri judul Amati Peluangnya dengan Seksama.  Berbicara mengenai sebuah bisnis atau usaha tentu kita perlu mengenali seberapa prospektif dan potensial usaha tersebut. Seberapa layak usaha ini untuk digeluti. Apakah berkesinambungan atau hanya sekedar bisnis musiman.

Berikut jawabannya. Disadari atau tidak, popularitas jamur saat ini semakin meningkat  seiring menjamurnya para

panen-jamur-hiratake-jamur-tiram-biru-produksi-rumajamur-ganesha-mycosoft-bandung
kuliner bakpau jamur RumaJamuR

petani pengusaha jamur yang kini mulai masuk hingga ke daerah-daerah pelosok di Indonesia. Permintaan pasar untuk jamur segar kian hari kian meningkat. Jangankan memenuhi permintaan ekspor, kebutuhan dalam negeri saja masih belum terpenuhi. Di sisi lain, usaha franchise makanan olahan jamur  tampaknya semakin menjamur saja. Belum lagi produk-produk kesehatan yang berasal dari beberapa jenis jamur kini semakin banyak karena memang khasiatnya yang mujarab.  Padahal jika kita perhatikan, teknologi budi daya jamur seperti jamur tiram sebetulnya sudah masuk ke Indonesia dari tahun 1970-an. Bahkan untuk jamur tertentu seperti jamur merang beberapa referensi mengatakan sudah masuk ke Indonesia dari tahun 1950-an. Di Cina bahkan jamur sudah dibudidayakan berabad abad yang lalu.

Terlepas bagaimana sejarahnya, eksistensi usaha ini sudah tidak perlu diragukan lagi. Sangat jelas ini bukan usaha musiman. Bukan usaha yang baru saja lahir. Pernyataannya sederhana saja, selama orang masih memiliki rasa lapar, selama kita masih membutuhkan kesehatan, selama dunia masih mencari pangan alternatif masa depan, maka usaha jamur konsumsi akan tetap eksis.

Rial Aditya

RumaJamuR – Ganesha Mycosoft

 

Artikel lainnya :

Franchise RumaJamuR

Pelatihan Olahan Jamur

Pelatihan Budidaya jamur

Tutorial Agribisnis JamuR

SIAPKAN SEGALA KEBUTUHAN HIDUP JAMUR (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 7)

siapkan segala kebutuhan hidup jamur (artikel bersambung bagian 6)

MEMBIDIK JENIS JAMUR YANG AKAN DIBUDIDAYAKAN (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 5)

JELAJAH DUNIA USAHA JAMUR

alternatif usaha yang bisa dipilih dalam bisnis jamur (artikel bersambung bagian 3)

MEMBIDIK JENIS JAMUR YANG AKAN DIBUDIDAYAKAN (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 4)

video panen jamur super cepat

 

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s