FUNGI FACT AND NEWS

MEMBIDIK JENIS JAMUR YANG AKAN DIBUDIDAYAKAN (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 5)


Setelah membahas 5 jenis jamur konsumsi di artikel sebelumnya, kita lanjutkan dengan 5 jenis jamur konsumsi lainnya. Berikut jenis-jenis jamur konsumsi (edible mushroom) yang dibudidayakan di dunia termasuk  diantaranya di Indonesia :

  1. Jamur Enokitake (Flammulina velutipes)
budidaya-jamur-enokitake-flammulina-velutipes
jamur enokitake

Klasifikasi

Kingdom             : Fungi

Divisi                   : Basidiomycotina

Kelas                    : Homobasidiomycetes

Ordo                     : Agaricales

Famili                   : Marasmiaceae

Genus                   : Flammulina

Spesies                 : Flammulina velutipes

Deskripsi

Jamur Enokitake (Flammulina velutipes) dikenal juga sebagai jamur musim dingin (winter mushroom). Di wilayah dunia beriklim sejuk, jamur ini tumbuh di alam bebas pada suhu udara rendah mulai musim gugur hingga awal musim semi. Jamur ini juga diketahui tumbuh di bawah salju. Jamur Enokitake biasanya tumbuh di permukaan batang pohon Celtis sinensis (bahasa Jepang: Enoki) yang sudah melapuk, sehingga disebut Enokitake (jamur Enoki). Jamur enokitake sering juga disebut jamur tauge karena bentuknya yang panjang-panjang berwarna putih menyerupai tauge.

Jamur Enokitake hasil budidaya bisa dipanen sepanjang tahun. Tubuh buah Enokitake hasil budidaya terlihat beda dari Enokitake yang tumbuh di alam bebas. Jamur hasil budidaya dilindungi dari sinar matahari sehingga berwarna putih, sedangkan jamur di alam bebas berwarna coklat hampir merah jambu.

Enokitake yang kita temui di  pasar-pasar swalayan biasanya merupakan jamur hasil budidaya. Pada umumnya jamur ini dibudidayakan di atas media serbuk gergaji atau serbuk bonggol jagung yang ditambah nutrisi-nutrisi lainnya. Diperlukan waktu sekitar 30 hari pada suhu 15 °C dan kelembaban 70% untuk menumbuhkan miselium jamur ini di dalam media baglog. Setelah itu, jamur masih memerlukan  30 hari lagi dengan suhu yang lebih sejuk dan lebih lembab untuk membentuk tubuh buah jamur. Dengan kebutuhan lingkungan hidup yang dingin seperti itu tentu sulit untuk membudidayakan jamur  ini di Indonesia kecuali dengan menggunakan teknologi pengaturan suhu yang mendukung. Tetapi artinya kebutuhan sarananya pun menjadi tidak murah.

 

  1. Jamur Maitake (Grifola frondosa)
manfaat-kesehatan-konsumsi-jamur-maitake-super-enak
jamur maitake

Klasifikasi

Kingdom             : Fungi

Divisi                   : Basidiomycotina

Kelas                    : Agaricomycetes

Ordo                     : Polyporales

Famili                   : Meripilaceae

Genus                   : Grifola

Spesies                 : Grifola frondosa

Deskripsi

Jamur maitake (Grifola frondosa) disebut juga ‘Hen of Woods’ atau Huishuhua dalam bahasa Cina. Maitake, secara harfiah berarti ‘jamur menari’, hal tersebut berkaitan dengan cerita kuno saat pertama kali jamur ini ditemukan. Pada saat itu, harga maitake setara dengan perak murni sehingga ketika para pemburu jamur menemukan jamur maitake, mereka akan menari-nari kegirangan. Jamur maitake memiliki tubuh buah yang bertumpuk  membentuk  seperti sendok, kipas atau lidah. Rumpun maitake memiliki lebar sekitar 27 cm dengan warna keabuan hingga coklat terang. Daging buahnya berwarna putih dengan ketebalan 1-3 cm.

Jamur maitake tumbuh baik dalam kisaran suhu 5-37°C, tetapi tumbuh optimal pada suhu 21-27°C. Miselia jamur maitake tahan terhadap suhu panas. Di bawah suhu 32°C, miselia jamur maitake tumbuh lebih lambat. Kelembaban substrat yang baik bagi pertumbuhan maitake berkisar antara 60%-63%. Jika kelembaban substrat terlalu rendah, perkembangan tubuh buah menjadi tidak beraturan, sedangkan jika terlalu tinggi, miselia akan mengeluarkan cairan kekuningan yang akan berakibat buruk bagi pertumbuhan jamur. Selain kelembaban substrat, kelembaban udara pun harus diperhatikan. Kelembaban udara yang baik bagi pertumbuhan maitake harus dipertahankan pada kisaran angka 90%. Kelembaban udara yang terlalu rendah mengakibatkan tubuh buah menjadi layu dan jika terlalu tinggi (>95%), jamur akan membusuk.

 

  1. Jamur Matsutake (Tricholoma matsutake (S.Ito et Imai) Sing.)
kyoto-toriichi-shinise-matsutake-jamur-matsutake-tricholoma-matsutake
jamur matsutake

Klasifikasi

Kingdom             : Fungi

Divisi                   : Basidiomycotina

Kelas                    : Agaricomycetes

Ordo                     : Agaricales

Famili                   : Tricholomataceae

Genus                   : Tricholoma

Spesies                 : Tricholom matsutake

Deskripsi

Matsutake dikenal juga dengan nama jamur pinus, termasuk jamur mikoriza langka yang tumbuh liar di Cina, Jepang, Korea, Finlandia, dan tempat lain di dunia. Hingga kini, matsutake belum bisa dibudidayakan. Di jepang, jamur matsutake identik dengan musim gugur, karena pada saat itulah jamur ini tumbuh di permukaan tanah hutan pinus merah Jepang. Namun di beberapa tempat, matsutake juga tumbuh saat musim hujan Asia Timur.

Pertumbuhan miselium matsutake sangat lambat. Kisaran suhu yang baik bagi pertumbuhan miselium matsutake adalah 5-30°C, tapi suhu optimal pertumbuhannya adalah 22-25°C dengan pH substrat 4,5-5,5.

Di Jepang, matsutake adalah bahan makanan mewah yang berharga sangat mahal. Jamur ini memiliki wangi harum yang kuat, dan dimakan setelah dipanggang sedikit di atas api, ditanak bersama beras menjadi nasi matsutake (matsutake gohan), dan sebagai campuran dobinmushi (sup dalam teko).

 

  1. Jamur Truffle (Tuber magnatum, Tuber aestivum, Tuber melanosporum, dan Tuber brumale)
jamur-truffle-jamur-alam-paling-mahal
jamur truffle jamur alam paling mahal di dunia

Klasifikasi

Kingdom             : Fungi

Divisi                   : Ascomycotina

Kelas                    : Pezizomycetes

Ordo                     : Pezizales

Famili                   : Tuberaceae

Genus                   : Tuber

Spesies                 : Tuber sp.

Deskripsi

Jamur Truflle termasuk jamur yang sangat langka sehingga untuk menemukannya membutuhkan bantuan anjing yang memiliki penciuman tajam. Karena langkanya ini jamur truffle menjadi  jamur termahal di dunia (artikel dari The Telegraph). Harganya mencapai puluhan juta rupiah Jamur truffle digunakan dalam jumlah sedikit sebagai penyedap pada masakan Perancis seperti masakan Foie gras.

 

  1. Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum)
bibit-lingzhi-dan-cara-budidaya-jamur-lingzhi-ganoderma-lucidum
budidaya jamur lingzhi

Klasifikasi

Kingdom             : Fungi

Divisi                   : Basidiomycotina

Kelas                    : Agaricomycetes

Ordo                     : Polyporales

Famili                   : Ganodermataceae

Genus                   : Ganoderma

Spesies                 : Ganoderma lucidum

Deskripsi

Menurut sejarah Cina, ling zhi ditemukan oleh seorang petani bernama Seng Nong. Ia dijuluki sebagai petani yang suci (holyfarmer). Seng Nong menyatakan, kriteria unggul nilai atau manfaat dari sebuah tanaman obat adalah bila dikonsumsi dalam jangka waktu lama tidak menimbulkan efek samping. Pada zaman Dinasti Shu, sekitar 2400 tahun lalu, ling zhi hanya dikonsumsi untuk pengobatan para maharaja dan bangsawan di negeri Cina. Pada masa itu, ling zhi masih langka.

Sejak tahun 1971, seorang peneliti dari Universitas Kyoto, Jepang, bernama Yukio Naoi mulai membudidayakan ling zhi. Melalui eksperimen-eksperimennya, akhirnya ia berhasil menemukan cara menumbuhkan ling zhi menggunakan limbah pertanian dan kayu-kayu yang telah lapuk.

Khasiat

Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengkonsumsi ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit. Sejauh ini belum pernah ditemukan efek negatif yang ditimbulkan setelah mengonsumsi ramuan ling zhi.

Dari berbagai penelitian yang dilakukan di berbagai negara, ling zhi berkhasiat sebagai herbal anti-diabetes, anti-hipertensi, anti-alergi, antioksidan, anti-[inflamasi], anti-hepatitis, analgesik, anti-HIV, serta perlindungan terhadap liver, ginjal, hemoroid atau wasir, anti-tumor, dan sistem imunitas (kekebalan tubuh).

Nah rekan-rekan demikian sedikit gambaran mengenai jenis-jenis jamur konsumsi yang paling di kenal dan paling banyak dibudidayakan  di dunia termasuk diantaranya di Indonesia. Saran dari saya, bagi anda yang baru akan terjun di usaha ini ada baiknya memulai dengan membudidayakan jamur tiram atau jamur merang. Jamur tiram termasuk jenis jamur kayu yang paling mudah dibudidayakan, adapun jamur merang termasuk jamur kompos yang teknik budidayanya paling praktis, cepat dan sederhana. Keduanya memiliki pasar yang luas dan sangat dikenal di masyarakat Indonesia. Jika sudah menguasai teknik budidaya kedua jenis jamur di atas, barulah anda dapat memulai mencoba mengusahakan jamur lainnya seperti kuping, shiitake, lingzhi ataupun jamur champignon. Lebih dari itu yang paling penting adalah ketertarikan anda untuk membudidayakan jamur ini. Bagi saya membudidayakan jamur seperti menekuni sebuah hobi yang menghasilkan uang. Bagaimana dengan Anda?

Rial Aditya

RumaJamuR – Ganesha Mycosoft

office : Jalan Sentral 43 Cibabat Cimahi Jawa Barat / 08122199811

12 thoughts on “MEMBIDIK JENIS JAMUR YANG AKAN DIBUDIDAYAKAN (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 5)”

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s