PANDUAN UNTUK PEMULA

siapkan segala kebutuhan hidup jamur (artikel bersambung bagian 6)


model rak jamur posisi baglog tidur
model rak jamur posisi baglog tidur

A. Pilih lokasi yang tepat

Pertumbuhan jamur akan optimal apabila kebutuhan hidupnya  terpenuhi terutama kondisi lingkungan seperti suhu, kelembapan, aerasi, dan cahaya. Untuk itu pemilihan lokasi menjadi faktor yang sangat penting  untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan tersebut.  Apalagi rata-rata petani pembudidaya jamur di Indonesia lebih banyak menggunakan bangunan semi permanen seperti kumbung bilik yang menyebabkan pengaruh lingkungan luar menjadi cukup dominan. ketika udara di luar panas atau dingin maka kondisi di dalam kumbung pun akan ikut terpengaruh.

Ini menjadi alasan utama mengapa budidaya jamur seperti jamur tiram, kuping, shiitake, dan kancing yang membutuhkan lingkungan yang dingin  lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran tinggi, sedangkan lingzhi ataupun merang yang memang membutuhkan lingkungan yang relatif panas lebih banyak dibudidayakan di daerah dataran rendah atau pesisir. Dengan cara seperti ini memang biaya investasi menjadi lebih murah.

Kondisi ini berbeda dengan yang ada di negara-negara maju atau di perusahaan-perusahaan jamur skala besar yang memiliki permodalan lebih banyak. Biasanya mereka  menggunakan bangunan permanen dengan tembok bata atau beton untuk membudidayakan jamur. Dengan bangunan yang lebih permanen pengaruh lingkungan luar menjadi minimal. Adapun suhu dan kelembaban diatur secara otomatis sesuai kebutuhan jamur baik dengan menggunakan pemanas ataupun pendingin ruangan. Dengan begitu jamur yang membutuhkan lingkungan hidup yang dingin bisa saja ditumbuhkan di daerah yang panas, dan sebaliknya.

Berikut beberapa tips memilih lokasi yang baik untuk budidaya jamur :

  1. Pilih lokasi yang sejuk dengan kisaran suhu 18 – 28 °C dan kelembaban udara 60-90 %. Khusus untuk jamur merang harus dibudidayakan di daerah yang cukup panas dengan kisaran suhu 25-35 °C.
  2. Jauh dari kawasan pabrik dan lokasi peternakan karena dikhawatirkan banyak sumber kontaminasi mikroba maupun limbah industri yang akan mengganggu pertumbuhan jamur.
  3. Lokasi lahan bertopografi rata untuk memudahkan pengangkutan bahan baku dan kelancaran sirkulasi udara. Hindari lahan dekat lembah yang anginnya terlalu besar. Jika sudah terlanjur, usahakan menanam pepohonan untuk menahan angin yang berlebihan atau melapisi dinding bilik dengan plastik.
  4. Lokasi mudah dijangkau untuk memudahkan pemasaran maupun dalam memperoleh bahan baku. Lokasi yang terlalu jauh akan menyebabkan biaya trasnportasi membengkak.
  5. Dekat dengan sumber air. Kebutuhan air sangat tinggi terutama jika daerahnya relatif panas sehingga membutuhkan penyiraman  lebih sering.
model bangunan kumbung jamur tampak luar. rumajamur. ganesha mycosoft
kumbung jamur

Sebetulnya dengan cara-cara sederhana dan murah, kita bisa saja menyiasati perbedaan kondisi lingkungan yang ada. Artinya anda masih bisa menumbuhkan jenis jamur yang memiliki kebutuhan lingkungan dingin di daerah yang relatif panas. Berikut beberapa tips untuk budidaya jamur terutama jenis tiram dan kuping di daerah panas diantaranya :

  1. Membuat bangunan kumbung di tempat yang teduh dekat dengan pepohonan.
  2. Membuat bangunan kumbung dengan sistem ventilasi buka tutup. Pada saat siang hari ventilasi kumbung ditutup agar kelembapan di dalam kumbung terjaga. Sebaliknya pada malam hari ventilasi dibuka sehingga suhu ruangan lebih dingin.
  3. Menggunakan bahan atap yang tidak menyerap panas. Hindari penggunaan atap dari plastik atau asbes. Utamakan menggunakan genteng atau rumbia.
  4. Menanam banyak tanaman (perdu) di sekitar rumah kumbung.
  5. Bangunan kumbung dibuat lebih tinggi minimal 4 meter.
  6. Rak penyimpanan log jamur dibuat tidak lebih dari 4 tingkat, dengan jarak antar tingkat 60-80 cm.
  7. Meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung untuk membantu meningkatkan kelembapan ruangan. Bisa juga dibantu dengan menggunakan kipas angin yang diarahkan ke wadah air.
  8. Pada bagian ventilasi di pasang kain/paranet basah sehingga udara panas yang masuk akan terdinginkan
  9. Melakukan penyiraman minimal 2 kali sehari.

Rial Aditya

RumaJamuR – Ganesha Mycosoft

Jln. Sentral 43 Cibabat Cimahi, Jawa Barat / 08122199811

franchise/kemitraan kuliner jamur
franchise/kemitraan kuliner jamur

 

info peluang investasi kemitraan kedai jamur

ganesha mycosoft, agribisnis jamur, agrobisnis, alamat ganesha mycosoft, bandung, bisnis jamur, budidaya jamur, budidaya jamur di daerah panas, budidaya jamur di dataran rendah, budidaya jamur di dataran tinggi, cara membangun kumbung jamur yang kokoh, kontaminasi mikroba, mengatasi jamur yang terkontaminasi mikroba, menumbuhkan jamur tiram di daerah panas, model kumbung jamur, organikganesha, peluang usaha budidaya jamur, Pilih Lokasi yang tepat untuk budidaya jamur, rumajamur, siapkan segala kebutuhan hidup jamur, suhu dan kelembaban, tips memilih lokasi yang baik untuk budidaya jamur, tips untuk budidaya jamur terutama jenis tiram dan kuping di daerah panas, workshop, workshop jamur

11 thoughts on “siapkan segala kebutuhan hidup jamur (artikel bersambung bagian 6)”

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s