PANDUAN UNTUK PEMULA

TENTUKAN BIBIT JAMUR YANG AKAN DIKEMBANGKAN : PEMBUATAN KULTUR JARINGAN JAMUR (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 9)


2. Pemilihan induk / eksplan

Pemilihan induk sangat tergantung pada teknik isolasi kultur yang akan kita lakukan apakah menggunakan teknik isolasi kultur jaringan atau teknik isolasi kultur spora.

tubuh-buah-jamur-digunakan-untuk-membuat-kultur-jaringan-kultur-murni-f0Kriteria induk untuk teknik isolasi kultur jaringan adalah sebagai berikut :

  1. Induk berukuran sedang (jamur tiram, kuping, lingzhi, shiitake) atau masih berupa stadia telur (jamur merang dan kancing). Artinya, jaringan tidak terlalu muda ataupun terlalu dewasa alias tua.
  2. Induk dalam kondisi sehat serta tidak terserang hama ataupun penyakit.
  3. Bentuk normal.
  4. Usahakan yang tumbuhnya tunggal (tidak berumpun) terutama untuk jamur seperti tiram. Jamur yang tumbuhnya tunggal biasanya akan tumbuh lebih optimal dibandingkan yang tumbuhnya berumpun.

Kriteria induk / ekspan untuk teknik isolasi kultur spora adalah sebagai berikut :

  1. Berukuran dewasa. Jamur yang sudah dewasa berarti sudah menghasilkan spora. Untuk jamur seperti merang dan champignon perlu dipilih yang sudah mekar.
  2. Dalam kondisi sehat.
  3. Bentuk normal.
  4. Jangan sampai tercampur dengan bibit induk jamur yang lain.

Dalam memilih indukan / ekspan usahakan juga jangan yang fresh atau baru dipanen. Jamur yang baru dipanen biasanya memiliki kadar air terlalu banyak dan bisa menyebabkan terhambatnya pertumbuhan miselium serta lebih mudah terkontaminasi. Untuk itu, ada baiknya indukan dibiarkan dulu beberapa jam sambil diangin-anginkan untuk mengurangi kadar air. Setelah itu, indukan disemprot dengan menggunakan alkohol 70% supaya steril.

3. Isolasi

ruang-laboratorium-sederhana-untuk-pembuatan-bibit-jamur-mini-lab-bibit-jamur-f0-f1-f2Isolasi merupakan proses pengambilan bagian tertentu dari tubuh /jaringan indukan untuk ditanam pada media PDA. Setelah tumbuh, bagian tersebut kita namakan kultur murni atau biakan murni. Isolasi harus dilakukan di ruangan khusus dan peralatan yang steril. Di laboratorium modern biasanya menggunakan ruangan khusus berupa Laminar Air Flow. Rekan-rekan bisa membelinya dengan harga yang lumayan mahal. Tapi tentu itu bukan sebuah keharusan. Kita bisa sedikit berkreasi dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di rumah. Misalnya dengan menggunakan akuarium bekas, kardus, kotak styrofoam, atau apapun yang bisa digunakan untuk ruang isolasi. Yang paling penting prinsip kerjanya harus bersih dan steril.

Alat dan bahan yang diperlukan :

  • Botol/tabung reaksi berisi PDA
  • Pinset
  • Pisau scalpel
  • Jarum jara
  • Lampu spiritus
  • Alkohol 70%
  • Ruang isolasi/laminar Air Flow (akan lebih baik jika dilengkapi lampu UV)
  • Induk jamur
  • Pemantik api
  • Label + spidol

Teknik isolasi jamur yang bisa dilakukan ada dua, yaitu sebagai berikut.

  1. Isolasi kultur jaringan

Isolasi kultur jaringan dilakukan dengan mengambil jaringan jamur untuk ditanam pada media PDA. Pada jamur kuping, jaringan yang diambil yaitu pada bagian pangkal jamur. Jaringan jamur tiram, shiitake, dan lingzhi pada bagian pertemuan antara tangkai dan tudung, sedangkan merang dan champignon (kancing) pada bagian tengah jamur saat stadium telur.

Pilih jamur yang baik dengan ciri-ciri : sehat (bersih, tidak busuk ataupun terkontaminasi hama atau jamur pengganggu), memiliki batang yang kuat, tidak terlalu tua artinya masih dalam masa pertumbuhan, bisa dilihat dari tudungnya yang belum terlalu besar, usahakan jamur yang dipilih merupakan jamur yang tumbuhnya tunggal (satu tangkai) tidak berkoloni.

Tahap-tahap isolasi kultur jaringan adalah sebagai berikut :

  1. Bersihkan ruangan isolasi dan semua peralatan dengan menggunakan alkohol kemudian masukkan semua peralatan yang telah dibersihkan ke dalam ruang isolasi
  2. Nyalakan lampu UV di dalam ruang isolasi/laminar selama 10-15 menit, setelah itu matikan. Lampu UV berfungsi untuk mematikan bakteri-bakteri penyebab kontaminan
  3. Setelah peralatan siap, bersihkan kedua tangan dan botol-botol PDA dengan alkohol
  4. Masukkan kedua tangan ke dalam ruang isolasi kemudian pegang pisau skalpel/jarum jara seperti memegang sendok.
  5. bakar ujung  jarum jara tersebut beberapa saat dengan menggunakan lampu spirtus untuk membunuh kuman-kuman yang masih menempel. Pastikan jarum jara tidak menyentuh permukaan setelah pembakaran
  6. Setelah jarum dingin, siapkan bagian kecil  jamur yang akan dikultur dengan cara menyobeknya menggunakan tangan
  7. Potong jaringan dari dalam jamur dengan menggunakan jarum jara/pisau scalpel dengan ukuran 2 mm x 2eksplan-jamur-untuk-kultur-jaringan-jamur-bibit-murni-jamur-ganesha-mycosoft-rumajamur mm. Jaringan  yang dipotong kira kira terletak pada bagian tengah antara tudung buah dan batang.
  8. Siapkan botol/tabung PDA. Dekatkan dengan api untuk menjaga dari kontaminasi (± 20 cm). Buka kapas penutup botol
  9. secara perlahan lahan masukkan/inokulasi jaringan jamur yang telah dipotong dengan menggunakan jarum jara/pinset ke bagian tengah permukaan PDA.
  10. Setelah selesai tutup botol PDA segera dengan menggunakan kapas
  11. Beri label pada botol PDA dengan menuliskan keterangan-keterangan yang inokulasi-eksplan-jamur-ke-dalam-tabung-reaksi-untuk-bibit-murni-f0diperlukan seperti tanggal inokulasi,jenis jamur dll.
  12. simpan/ink
    ubasi di tempat yang bersih
  13. lakukan pengamatan secara berkala. Bila terdapat kontaminasi segera pisahkan dan bersihkan.
  14. Setelah miselium memenuhi isi botol/tabung reaksi (2-4 minggu masa inkubasi) maka miselium siap digunakan untuk membuat bibit F1/turunan pertama. Apabila tidak langsung digunakan, botol-botol berisi miselium ini bisa diawetkan dengan menyimpannya di tempat yang dingin/lemari pendingin.

kultur-jaringan-jamur-biit-jamur-f0-usia-inkubasi-4-hariRial Aditya

RumaJamuR – Ganesha Mycosoft

 

– ganesha mycosoft -, alat alat laboratorium, bakteri penyebab kontaminasi, biakan murni, bibit jamur, bibit murni, bisnis jamur, budidaya jamur, cara membuat media agar untuk jamur, cara membuat media PDA untuk jamur, isolasi kultur jaringan, jamur lingzhi, jamur merang, jamur shiitake, jamur tiram, jual bibit jamur, jual bibit jamur bandung, jual laminar air flow, kenali peluang dan resiko bisnis jamur, koloni jamur, kultur jaringan, kultur jaringan jamur, kultur murni, laminar air flow, media PDA, organik, organik ganesha, organikganesha.com, panduan pembuatan bibit jamur, panduan pembuatan bibit untuk pemula, panduan praktisi jamur, panduan usaha jamur untuk pemula,PDA,  pembuatan kultur jaringan jamur, pemilihan induk, peralatan bedah, rial aditya, ruang steril, tabung reaksi, tahap pembuatan kultur jaringan jamur, Tahap-tahap isolasi kultur jaringan, tentukan bibit jamur yang akan dikembangkan, usaha jamur,rumajamur, organikganesha

4 thoughts on “TENTUKAN BIBIT JAMUR YANG AKAN DIKEMBANGKAN : PEMBUATAN KULTUR JARINGAN JAMUR (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 9)”

Tinggalkan pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s