jamur kancing

Mushroom Cultivation and Harvesting

Mushroom Cultivation and Harvesting

Mushroom cultivation is a technical process. As mushroom professionals often talk in a technical language, a few of these terms will first be explained :

Mycelium – the fungal threads (comparable to plant roots) that sprout the mushrooms.

Spores – miniscule mushroom ‘seeds’ that are kept safe in the brown gills under the cap of the mushroom (almost impossible to see with the naked eye).

Grain spawn – sterile grain inoculated with mushroom spores. The mycelium sprouts from the spores and retrieves food from the grain.

Compost – a mixture of horse manure, straw, gypsum and chicken manure.

Permeated compost – compost that has been mixed with grain spawn. The mycelium permeates the compost. The grower creates the perfect conditions under which the mycelium will start sprouting mushrooms.

Casing – a layer of peat covering the compost to regulate the humidity of the compost. The peat is often mixed with foam soil (spent lime), a by-product of the sugar industry.

Flush – a cropping cycle of mushrooms, from the moment they pop their heads above the casing.

Selengkapnya

INFO KERJASAMA

Program CSR PT PJB Cirata

Program CSR PT PJB Cirata

pelatihan budidaya jamur program CSR PT PJB Cirata bersama rumajamur bandung.pemberdayaan masyarakat mandiri.narasumber RumaJamuR rial aditya dan Enjang Kusmana 5Program CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan sangat penting untuk dikembangkan.  Hal ini sebagai bentuk kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan,  sosial serta perkembangan ekonomi masyarakat sekitar perusahaan. Selengkapnya

BUDIDAYA JAMUR

Jenis Jenis Jamur Konsumsi-Edible Mushroom

Jenis Jenis Jamur Konsumsi  (1)

Jenis jenis jamur komsumsi yang banyak di budidayakan di seluruh dunia diantaranya :

1. Jamur Kancing atau Champignon (Agaricus bisporus)

jenis jenis jamur.agaricus bisporus.jamur kancing.champignon.rumajamur.organiganesha.rial aditya

Merupakan salah satu dari jenis jenis jamur yang paling banyak dibudidayakan di dunia, sekitar 38% dari total  produksi jamur dunia. Agaricus bisporus)atau champignon merupakan jamur pangan yang berbentuk hampir bulat seperti kancing dan berwarna putih bersih, krem, atau coklat muda. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai table mushroom, white mushroom, common mushroom atau cultivated mushroom. Artikel selengkapnya…

PANDUAN UNTUK PEMULA

Sterilisasi Baglog Jamur dengan Sistem Uap Panas Bertekanan

jamur-tiram-baglog jamur tiram.bibit jamur tiram rumajamur ganesha mycosoft

Salah satu bagian penting dalam proses pembuatan baglog jamur adalah sterilisasi baglog dengan cara dikukus. Pada umumnya petani atau pengusaha jamur menggunakan drum atau plat besi yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai kukusan/dandang berukuran besar. Sayangnya sistem kukusan seperti ini memang mengkondisikan kita untuk melakukan pengukusan dalam jangka waktu yang relatif lama. Rata rata petani biasanya melakukan pengukusan baglog ini antara 6-9 jam. bahkan ada yang mencapai 10 hingga 18 jam.

Salah satu alasan lamanya pengukusan ini dikarenakan kemampuan alat yang tidak mampu menahan tekanan tinggi terutama jika menggunakan bahan drum biasa. tentu saja, jika tekanan terlalu tinggi (tidak dibuang) drum bisa dipastikan akan meledak karna bahannya yang tipis. beberapa kali saya pernah  mendapat berita dari rekan rekan sesama petani jamur yang mengalami kecelakaan akibat ledakan steamer/kukusan karena kurangnya perhitungan mengenai kekuatan drum kukusan. ARTIKEL SELENGKAPNYA

PANDUAN UNTUK PEMULA

tentukan bibit jamur yang akan dikembangkan : pembuatan bibit semai-bibit tebar jamur F2 (artikel bersambung bagian 12)

Pada prinsipnya, teknik pembuatan bibit tebar F2 sama dengan pembuatan bibit induk F1. Bibit tebar F2 bertujuan untuk perbanyakan bibit terutama jika produksi dilakukan untuk skala besar. Artikel Selengkapnya

PANDUAN UNTUK PEMULA

TENTUKAN BIBIT JAMUR YANG AKAN DIKEMBANGKAN : PEMBUATAN BIBIT INDUK JAMUR F1 (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 11)

B. PEMBUATAN BIBIT INDUK (F1)

Bibit induk jamur F1 merupakan tahap perbanyakan sekaligus tahap perantara dari media PDA ke media produksi berupa  serbuk gergajian kayu. Umumnya, media yang digunakan berupa biji-bijian seperti jagung, millet, gandum, sorgum, beras, gabah, dll. Selain itu bisa juga menggunakan bahan campuran lain seperti serbuk gergaji dan dedak/bekatul. Artikel Selengkapnya

PANDUAN UNTUK PEMULA

TENTUKAN BIBIT JAMUR YANG AKAN DIKEMBANGKAN : PEMBUATAN KULTUR JARINGAN JAMUR (ARTIKEL BERSAMBUNG BAGIAN 9)

2. Pemilihan induk / eksplan

Pemilihan induk sangat tergantung pada teknik isolasi kultur yang akan kita lakukan apakah menggunakan teknik isolasi kultur jaringan atau teknik isolasi kultur spora. Artikel Selengkapnya